OPINI : Kongkalikong Mafia Proyek dan Oknum Pejabat Dinas, Dari Paket Habis Hingga Pengantin Muncul, Benarkah?
Ilustrasi -Foto : Syamsudin-
Oleh : Syamsuddn
RADARTVNEWS.COM - Bagi-bagi Sembilan Bahan Pokok (Sembako) bukan hal rahasia lagi, namun biasanya itu terjadi kala Pagelaran lima tahunan sekali dalam Kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) atau Pemilihan Legislatif (Pileg).
Mana buktinya, atau mungkin bualan si Penulis yang Sentimen semata, tapi faktanya, walaupun 'Gadelan itu, tanpa Mahar alias Gratis, namun selama ini, salah satu modus 'Jitu’ mencari simpati pemilih agar memuluskan untuk duduk kursi empuk atau sekaligus melanggengkan kedudukannya. Hal itu dilakukan untuk mengambil keuntungan, demi kepentingan pribadi dan golongannya, ya mungkin seperti itulah gayanya.
Selang kemudian waktu, walaupun beda-beda tipis, fonemena fashion itu juga terjadi, kala Kepala Daerah bersama rroni berikut kerabatnya ikut-ikutan.
Kalau belah sono bagi sembako, mungkin belinya pakai uang pribadi, nah yang disini, bagi kue proyek, namun uangnya anggaran APBD, sssttt nilainya wow,..Ratusan Milyar lagi, entah berapa Nol (0) nya, kalau ditulis.
Alih-alih untuk Program Pembangunan, kue yang paling banyak itu, biasanya ada di Meja Dinas tertentu, seperti Dinas PUPR, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, serta Dinas Lingkungan Hidup dan PERKIM, namun mirisnya seakan kue dari APBD itu, hanya menjadi ladang Bancakan para Oknum Pejabat itu.
Biar terkesan profesional, mekanisme, beneran prosedural sudah sesuai dengan keppres tentang pengadaan barang dan jasa, katanya, tahapan terpenuhi, Lelang/tender Kue Proyek pun digelar, dibuka untuk umum, siapkan berkas Penawaran kalau mau ikutan.
Permainan pun berlanjut, diatas papan resmi Layanan Pengadaan secara Elektronik (LPSE) Ratusan Kue Proyek dengan Anggaran Ratusan Milyar Dari APBD, dihidangkan, walaupun sebenarnya Praktik itu, hanya Icak-icak (seolah-olah), padahal Kue Paket Proyek sudah ludes, dibagi-bagi oleh Oknum Pejabat Dinas itu sendiri.
Menariknya, Kelicikan itu, bukan hanya, dilakukan oleh Oknum para Pejabat Dinas saja, namun ada juga, sosok Mafia Proyek yang terlibat ikut-ikutan, walaupun beda Formasi alias taktik yang dimainkannya.
Bak Barang Dagangan atau mungkin ada perintah dari pimpinan, para Oknum Pejabat Dinas bersama sosok Mafia Proyek itu, beraksi sangat ‘lihai'.
Para rekanan/kontraktor, yang ingin paket kue dalam bentuk proyek itu, dimintai Setoran alias fee sebesar 15 hinga 20 Persen, sesuai dari nilai paket yang akan diterimanya.
BACA JUGA:Kejari Lampung Timur Tetapkan Konsultan Pengawas Sebagai Tersangka Kasus Jembatan Kali Pasir
Setelah Kenyang, buru-buru mereka melapor, siap pak, ya bu, semua terkondisikan sesuai Perintah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
