BANNER HEADER DISWAY HD

Tantangan dan Solusi Kesehatan Mental Gen Z, Kamu Wajib Tahu

Tantangan dan Solusi Kesehatan Mental Gen Z, Kamu Wajib Tahu

ilustrasi foto-foto: Ist-

RADARTVNEWS.COM - Generasi Z, yang lahir antara pertengahan 1990-an hingga awal 2010-an, menghadapi tantangan kesehatan mental yang semakin kompleks dan beragam. Di era digital yang serba cepat, mereka hidup dengan tekanan akademik tinggi, ketidakpastian ekonomi, serta paparan media sosial yang masif dan intens. Berbagai survei dan penelitian terbaru di Indonesia menunjukkan peningkatan signifikan masalah kecemasan, depresi, stres burnout, dan gangguan mental lain yang dialami oleh Gen Z. Fenomena ini dipicu oleh faktor sosial, psikologis, dan teknologi yang saling bertautan, sehingga menjadi perhatian utama kesehatan masyarakat di tahun 2025

Salah satu penyebab utama rentannya kesehatan mental Gen Z adalah keterikatan kuat pada dunia digital dan media sosial. Rata-rata Gen Z menggunakan smartphone dan media sosial antara 7 hingga 9 jam sehari, yang membuka risiko kecanduan, gangguan tidur, FOMO (Fear of Missing Out), serta tekanan untuk selalu menampilkan citra sempurna secara daring. Ketidakpastian masa depan, persaingan ketat dalam pendidikan dan dunia kerja, serta tekanan biaya hidup yang terus meningkat semakin memperberat kesehatan psikologis mereka. Rentang usia 18-29 tahun juga menjadi periode rawan munculnya gangguan mental pertama kali, seperti stres kronis dan depresi

Data terbaru dari survei Indonesia mendapati sekitar 1 dari 20 remaja berusia 10-17 tahun mengalami gangguan mental dalam 12 bulan terakhir, sementara angka keluhan stres kerja pada Gen Z dewasa muda mencapai lebih dari 90%. Perempuan Gen Z cenderung lebih rentan mengalami masalah kesehatan mental dibanding laki-laki, terutama kecemasan dan depresi. Selain faktor eksternal, faktor genetik, pola asuh, pendidikan, serta keterampilan sosial dan regulasi emosi juga berperan membentuk kondisi kesehatan mental Gen Z. Di sisi lain, kesadaran akan pentingnya kesehatan mental mulai meningkat, terlihat banyak Gen Z yang aktif mencari dukungan profesional, mengikuti terapi, dan membangun komunitas sosial yang positif sebagai upaya mitigasi stres dan isolasi.

BACA JUGA:Menjaga Kesehatan Mental di Era Digital, Kunci Keseimbangan di Dunia yang Terhubung

Untuk menjaga kesehatan mental Generasi Z, diperlukan pendekatan multi-dimensi yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat dan institusi. Beberapa solusi praktis yang terbukti efektif antara lain:

• Edukasi Kesehatan Mental Sejak Dini: Sekolah dan keluarga harus memberikan pendidikan tentang pemahaman kesehatan mental, cara mengenali gejala stres dan depresi, serta penerapan strategi coping yang sehat. Program karakter dan pengembangan emosi menjadi kunci di tahap ini.

• Penggunaan Teknologi yang Bijak: Mengatur waktu screen time, meningkatkan literasi digital mengenai dampak negatif media sosial, serta memanfaatkan aplikasi dan layanan digital untuk monitoring kesehatan mental dan konsultasi.

• Dukungan Sosial dan Profesional: Meningkatkan akses ke layanan kesehatan mental, khususnya di daerah yang selama ini kurang mendapat layanan. Peran keluarga, guru, dan komunitas sekitar sangat penting untuk memberikan dukungan emosional dan sosial.

• Strategi Manajemen Stres: Membiasakan Gen Z dengan teknik mindfulness, meditasi, olahraga teratur, tidur cukup, serta aktivitas offline yang memperkuat koneksi sosial seperti klub hobi dan kelompok diskusi.

• Kebijakan dan Program Pemerintah: Pemerintah perlu memperkuat program kesehatan mental dengan pendanaan yang memadai, sosialisasi publik yang intensif, dan integrasi layanan kesehatan mental pada sistem pendidikan dan ketenagakerjaan

BACA JUGA:Kesehatan Mental Mahasiswa: Tantangan yang Tak Boleh Diabaikan

Pendekatan ini wajib dijalankan bersama oleh individu Gen Z sendiri, keluarga, institusi pendidikan, tenaga kesehatan, serta pemerintah agar kesehatan mental generasi muda terjaga dan mereka mampu menghadapi tantangan hidup modern dengan resilien dan optimisme. Menjaga kesehatan mental tidak hanya memperbaiki kualitas hidup saat ini tetapi juga berperan dalam membentuk masa depan bangsa yang lebih kuat dan berdaya saing.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: