Dedi Mulyadi Terapkan Aturan Baru, Siswa Diminta Jalan Kaki Terutama yang Rumahnya Dekat
Ilustrasi --ISTIMEWA
RADARTVNEWS.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana menerapkan kebijakan baru terkait mobilitas pelajar menuju sekolah. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa siswa tingkat SMP hingga SMA akan didorong untuk berjalan kaki ke sekolah, terutama bagi pelajar yang jarak tempat tinggalnya masih tergolong dekat dari lingkungan sekolah.
Dalam keterangan yang disampaikan Dedi dalam sejumlah agenda kunjungan daerah dan unggahan resmi yang beredar di media sosial, ia menilai kebiasaan menggunakan sepeda motor sejak usia sekolah memberikan dampak jangka panjang yang kurang baik, baik untuk kesehatan maupun pembentukan karakter. Menurutnya, kebiasaan berjalan kaki dapat melatih kemandirian, ketahanan fisik, serta kedisiplinan.
BACA JUGA:Unik! Pemerintah Kabupaten Wonosobo Luncurkan “Beasiswa Domba” untuk Siswa SD & SMP
Pemprov Jawa Barat juga berencana melakukan penataan akses infrastruktur di sekitar sekolah. Rencana tersebut meliputi:
1. Pembangunan trotoar ramah pejalan kaki
2. Pemasangan fasilitas air minum siap konsumsi
3. Penataan zona aman sekolah (school safety zone)
BACA JUGA:Mahasiswa Asal Bali Garap Film Animasi 13 Bulan untuk Tugas Akhir, Visualnya Tuai Pujian Netizen
Langkah ini diklaim sebagai upaya menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan lebih ramah bagi pelajar. Kebijakan ini sekaligus menanggapi meningkatnya penggunaan sepeda motor oleh pelajar di bawah umur yang tidak memiliki SIM, serta tingginya potensi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar. Menurut data Korlantas Polri 2024, tercatat sekitar 21% kecelakaan lalu lintas di Indonesia melibatkan pengendara berusia di bawah 18 tahun, yang mayoritas di antaranya adalah pelajar.
Dalam implementasinya, sekolah-sekolah di Jawa Barat akan ditetapkan sebagai kawasan bebas motor bagi siswa. Petugas sekolah dan Satpol PP akan dilibatkan untuk mengawasi kepatuhan aturan tersebut. Dedi Mulyadi menekankan bahwa aturan ini bukan bertujuan mempersulit pelajar, tetapi sebagai upaya mengurangi ketergantungan pada kendaraan bermotor sejak dini dan menekan biaya transportasi harian keluarga.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
