Korea Selatan Permudah WNI Kuliah dan Kerja, Peluang Besar Usai Krisis Populasi
Ilustrasi --ISTIMEWA
RADARTVNEWS.COM – Pemerintah Korea Selatan membuka peluang besar bagi warga negara Indonesia (WNI) untuk kuliah dan bekerja di Negeri Ginseng. Melalui program nasional bertajuk “Study Korea 300K Project”, pemerintah menargetkan menarik 300 ribu mahasiswa internasional hingga 2027, salah satunya dengan memberikan kemudahan izin studi dan kerja bagi pelajar asing dari Asia Tenggara.
Kebijakan ini lahir sebagai respon terhadap krisis populasi dan kekurangan tenaga kerja muda di Korea Selatan. Tingkat kelahiran di negara tersebut terus menurun hingga menyentuh angka 0,72 anak per wanita terendah di dunia (The Korea Herald, September 2025). Untuk mengatasi ancaman berkurangnya tenaga produktif, pemerintah membuka pintu lebih lebar bagi pelajar luar negeri, termasuk dari Indonesia.
BACA JUGA:Trump Umumkan Tarif 100% untuk China, Hubungan Dagang AS-Tiongkok Memanas Lagi
Melalui Study Korea 300K Project, mahasiswa asing kini mendapatkan berbagai kemudahan administratif dan fasilitas selama studi, mulai dari beasiswa penuh (Global Korea Scholarship), izin kerja paruh waktu, hingga izin tinggal setelah lulus (post-graduation stay permit) untuk mencari pekerjaan di perusahaan lokal.
Kementerian Pendidikan Korea Selatan dalam laman resminya, Study in Korea (2025), menyebutkan bahwa pelajar dari Asia Tenggara, termasuk Indonesia, menjadi prioritas utama penerima manfaat program ini. Mereka juga berkesempatan mengikuti pelatihan bahasa Korea serta program pertukaran pelajar lintas universitas.
Selain itu, mahasiswa asing kini tidak perlu melalui proses rumit untuk mengurus izin kerja paruh waktu, karena sistem perizinan sudah terhubung secara digital dengan data imigrasi dan universitas. Mahasiswa diperbolehkan bekerja hingga 20 jam per minggu selama masa kuliah, dan dapat memperpanjang izin tinggal setelah lulus hingga satu tahun untuk mencari pekerjaan tetap.
Program ini terutama menargetkan bidang Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM) sektor yang tengah kekurangan tenaga muda di Korea.
Dengan kebijakan ini, banyak pelajar Indonesia kini melihat Korea Selatan bukan hanya sebagai tujuan studi, tetapi juga tempat membangun karier. Lingkungan kerja yang modern, budaya yang adaptif, serta dukungan pemerintah membuat Negeri Ginseng semakin diminati.
Korea Selatan berharap langkah ini tidak hanya mengatasi krisis populasi, tetapi juga memperkuat kolaborasi pendidikan dan tenaga kerja global, termasuk dengan Indonesia.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
