BMKG Prediksi Kemarau 2026 Lebih Kering, Seberapa Parah Dampaknya?
Ilustrasi Musim Kemarau-Pinterest-
RADARTVNEWS.COM - Musim kemarau tahun 2026 diperkirakan datang lebih cepat dari biasanya.
Prediksi ini disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) saat berlangsungnya International Conference on Agriculture, Food, Biodiversity, and Food Security. Dalam pemaparannya, BMKG menyebut musim kemarau kemungkinan sudah mulai terasa sejak April di sejumlah wilayah Indonesia.
Biasanya, beberapa daerah baru benar-benar memasuki kemarau sekitar Mei atau Juni. Karena itu, kemarau yang datang lebih awal membuat banyak sektor perlu lebih siap dari sekarang. Apalagi BMKG juga memprediksi kondisi kemarau tahun ini cenderung lebih kering dibandingkan pola normal.
Kemarau yang lebih kering berarti curah hujan selama periode tersebut kemungkinan lebih sedikit. Situasi seperti ini biasanya membuat tanah lebih cepat kehilangan kelembapan. Jika berlangsung cukup lama, dampaknya bisa terasa pada ketersediaan air, terutama di daerah yang memang mengandalkan hujan sebagai sumber utama.
BMKG memperkirakan puncak musim kemarau akan terjadi pada Agustus. Pada periode ini, hujan biasanya sangat jarang turun dan suhu udara cenderung lebih tinggi. Kondisi tersebut membuat beberapa wilayah lebih rentan mengalami kekeringan, terutama daerah pertanian yang membutuhkan pasokan air cukup stabil.
Karena itu, sektor pertanian menjadi salah satu yang paling diingatkan untuk bersiap lebih awal. Salah satu langkah yang dianjurkan adalah menyesuaikan jadwal tanam. Dengan menanam lebih awal atau memilih jenis tanaman yang lebih tahan terhadap kondisi kering, risiko gagal panen bisa ditekan.
Bagi petani, penyesuaian waktu tanam bukan hal baru. Pola ini memang sering dilakukan ketika ada perubahan musim. Namun ketika kemarau diperkirakan lebih panjang dan kering, perencanaan biasanya perlu dibuat lebih matang agar tanaman tidak memasuki fase penting pertumbuhan saat air mulai sulit didapat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: