I'tikaf Jadi Cara Menjemput Lailatul Qadar di 10 Hari Terakhir Ramadan

I'tikaf Jadi Cara Menjemput Lailatul Qadar di 10 Hari Terakhir Ramadan

Ibadah I'tikaf di 10 Hari Terakhir Ramadan--Pinterest

RADARTVNEWS.COM - Memasuki sepuluh hari terakhir Ramadan, suasana masjid biasanya terasa lebih ramai dibandingkan malam-malam sebelumnya. Setelah salat tarawih selesai, tidak semua jamaah langsung pulang ke rumah.

Sebagian orang memilih tetap tinggal di masjid untuk melanjutkan ibadah sunnah. Malam yang semakin larut justru membuat suasana terasa lebih khusyuk. Momen seperti ini sering dimanfaatkan oleh umat Muslim untuk menjalankan ibadah I'tikaf.

Bagi sebagian orang, i'tikaf juga menjadi momen untuk refleksi diri. Setelah menjalani berbagai aktivitas selama satu tahun terakhir, waktu di masjid dimanfaatkan untuk merenungkan kesalahan sekaligus memohon ampunan kepada Allah Swt.

Dengan suasana yang lebih tenang dan jauh dari kesibukan sehari-hari, banyak orang merasa lebih mudah untuk fokus dalam berdoa dan memperbaiki diri.

Amalan ini sudah dicontohkan sejak zaman Nabi Muhammad saw. Dalam beberapa riwayat yang disampaikan oleh Aisyah binti Abu Bakar, Rasulullah diketahui selalu meningkatkan ibadahnya ketika memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan.

Bahkan, beliau juga membangunkan keluarganya agar ikut menghidupkan malam tersebut. Ibadah yang bisa dilakukan adalah memperbanyak salat, doa, dzikir, dan tilawah Al Quran.

Dari kebiasaan tersebut, umat Muslim kemudian mengikuti sunnah tersebut dengan melakukan i'tikaf di masjid.

BACA JUGA: Kamu Muslim! Ini Keistimewaan Ramadan yang Harus Diketahui

Salah satu tujuan utama i'tikaf adalah untuk mencari malam Lailatul Qadar. Malam ini dipercaya memiliki keutamaan yang sangat besar dibandingkan dengan malam-malam pada umumnya.

Ibadah yang dilakukan pada malam Lailatul Qadar disebut lebih baik daripada seribu bulan. Karena tidak ada yang tahu secara pasti kapan malam itu datang, banyak orang memilih memperbanyak ibadah selama sepuluh malam terakhir Ramadan agar tidak melewatkan kesempatan tersebut.

Selain untuk mencari Lailatul Qadar, i'tikaf juga memberikan ketenangan bagi banyak orang. Di tengah kehidupan yang sibuk, i'tikaf menjadi waktu untuk berhenti sejenak dan menenangkan diri.

Saat suasana masjid menjadi lebih hening, banyak orang memanfaatkan waktu tersebut untuk berdoa, membaca Al Quran, dan berdzikir sambil merenungi perjalanan hidup yang telah dilalui.

Tidak jarang i'tikaf juga menghadirkan suasana kebersamaan. Beberapa jamaah membawa makanan untuk sahur dan berbagi dengan orang lain di masjid. Ada juga yang berbincang ringan setelah selesai beribadah.

Walaupun terkesan sederhana, kebersamaan seperti ini sering membuat suasana masjid terasa lebih hangat dan penuh kekeluargaan.

I’tikaf juga menjadi kesempatan untuk memperbaiki diri dan menutup Ramadan dengan ibadah yang lebih baik. Dengan memanfaatkan sepuluh hari terakhir Ramadan melalui I'tikaf, banyak umat Muslim berharap bisa mendapatkan keberkahan yang lebih besar sebelum bulan suci ini berakhir. (*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: