RADARTVNEWS.COM - Bulan suci Ramadhan 2026 tinggal menghitung hari, namun suasana yang biasanya ramai di lapak-lapak baju kaki lima jelang akhir ramadhan justru terlihat berbeda.
Sejumlah pedagang di pasar tradisional mengaku jumlah pembeli menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Kondisi ini membuat sebagian pedagang mulai khawatir, karena Ramadan biasanya menjadi salah satu momen paling ramai untuk penjualan pakaian.
Beberapa pedagang mengatakan, pembeli yang datang hanya sekadar melihat-lihat, sementara transaksi tidak sebanyak biasanya. Banyak warga diduga mulai beralih ke belanja daring melalui berbagai platform belanja Online yang menawarkan kemudahan serta berbagai promo menarik.
Fenomena ini menunjukkan perubahan pola belanja masyarakat. Jika dahulu pasar tradisional menjadi tujuan utama untuk membeli baju Lebaran, kini sebagian konsumen memilih cara yang lebih praktis melalui ponsel mereka.
Alasan Konsumen Lebih Memilih Belanja Online
Beberapa faktor yang sering disebut konsumen antara lain:
Lebih praktis dan hemat waktu
Belanja bisa dilakukan dari rumah tanpa harus keluar atau menghadapi kemacetan.
Banyak promo dan diskon
Platform online sering menawarkan potongan harga, cashback, hingga gratis ongkir.
Pilihan produk lebih banyak
Konsumen dapat membandingkan banyak model baju dari berbagai toko sekaligus.
Harga mudah dibandingkan
Pembeli bisa langsung melihat harga dari banyak penjual tanpa harus berkeliling pasar.
Review pembeli lain
Adanya ulasan dan rating membantu konsumen menentukan pilihan sebelum membeli.
Alasan Sebagian Konsumen Mulai Enggan ke Pasar
Selain kemudahan belanja online, ada beberapa hal yang membuat sebagian orang merasa kurang nyaman berbelanja di pasar tradisional:
Adanya parkir liar yang terkadang membuat biaya parkir tidak jelas.
Harus bertanya satu per satu ke penjual untuk mengetahui harga barang.
Proses tawar-menawar yang panjang, sementara harga yang ditawarkan terkadang tidak jauh berbeda.
Suasana pasar yang ramai dan panas, membuat sebagian orang merasa kurang nyaman.
Akses jalan atau area pasar yang sempit dan padat.
Harus berjalan dari satu lapak ke lapak lain untuk mencari barang yang sesuai.
Jam operasional yang terbatas, tidak bisa diakses kapan saja seperti toko online.
Meski demikian, pasar tradisional tetap memiliki keunggulan tersendiri. Konsumen dapat melihat barang secara langsung, mencoba pakaian sebelum membeli, serta membawa pulang barang saat itu juga tanpa menunggu pengiriman.
Saran bagi Pedagang agar Tetap Bertahan
Di tengah perubahan kebiasaan belanja masyarakat, sejumlah pedagang mulai mencoba beradaptasi dengan memanfaatkan teknologi digital. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah menggabungkan penjualan offline dan online.
Beberapa langkah yang bisa dicoba pedagang antara lain:
Membuka toko di marketplace seperti Shopee, Lazada atau Tokopedia.
Memanfaatkan media sosial seperti Instagram atau Facebook untuk mempromosikan produk.
Menampilkan foto produk yang menarik agar konsumen tertarik melihatnya.
Menyediakan layanan pemesanan melalui pesan singkat atau chat.
Menggabungkan penjualan di lapak pasar dengan penjualan online agar jangkauan pembeli lebih luas.
Dengan cara ini, pedagang tidak hanya bergantung pada pembeli yang datang ke pasar, tetapi juga dapat menjangkau konsumen yang lebih luas melalui internet.
Perubahan cara belanja masyarakat memang tidak bisa dihindari. Namun bagi pedagang yang mampu beradaptasi, perkembangan teknologi justru dapat menjadi peluang baru untuk mempertahankan bahkan meningkatkan penjualan. (*)