BANNER HEADER DISWAY HD

Menkeu Purbaya Klarifikasi dan Minta Maaf Terkait Pernyataan Tuntutan 17+8 ‘Suara Sebagian Kecil Rakyat’

Menkeu Purbaya Klarifikasi dan Minta Maaf Terkait Pernyataan Tuntutan 17+8 ‘Suara Sebagian Kecil Rakyat’

-Youtube/Kementerian Keuangan RI-

RADARTVNEWS.COM – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan permintaan maaf terkait ucapannya tentang tuntutan 17+8 yang sempat ia sebut berasal dari “sebagian kecil rakyat”. Pernyataan itu memicu kritik publik setelah disampaikan Purbaya tak lama usai dilantik menggantikan Sri Mulyani pada Senin (8/9). Ia mengakui kesalahannya dan menegaskan bahwa aspirasi yang disuarakan dalam aksi demonstrasi menunjukkan keresahan luas di tengah masyarakat, bukan hanya dari segelintir pihak.

Dalam pernyataannya di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (9/9), Purbaya menegaskan ucapannya sebelumnya keliru dan tidak bermaksud meremehkan aspirasi rakyat. “Bukan sebagian kecil. Maksudnya begini, ketika ekonomi agak tertekan, banyak masyarakat yang merasa susah, mungkin sebagian besar kalau sudah sampai turun ke jalan,” ujarnya. Ia menilai protes publik ini menjadi masukan penting bagi pemerintah untuk mempercepat upaya pemulihan ekonomi dan memperhatikan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Purbaya juga mengaku terkejut dengan cepatnya pernyataan tersebut menjadi viral. Meski begitu, ia menyebut hal ini menjadi pembelajaran baginya sebagai pejabat baru di kabinet. “Kaget juga. Tapi kan ini proses edukasi ke publik. Kalau saya salah, saya perbaiki. Maksud saya bukan membiarkan, tapi ingin memperbaiki kondisi agar masyarakat lebih sejahtera,” kata Purbaya. Ia menegaskan komitmennya untuk memimpin Kementerian Keuangan dengan mendengarkan kritik dan aspirasi publik.

Ia menyoroti perlunya langkah konkret untuk memulihkan ekonomi nasional dengan fokus pada penciptaan lapangan kerja. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi menjadi kunci meredakan keresahan yang disuarakan masyarakat. “Berapa cepat kita bisa memulihkan ekonomi sehingga lapangan kerja ada banyak. Itu yang kita kejar nanti ke depan,” katanya. Pemerintah, lanjutnya, akan mendorong kebijakan ekonomi yang mampu memberikan dampak langsung pada kesejahteraan rakyat.

BACA JUGA:Menkeu Purbaya Tanggapi 17+8 Tuntutan Rakyat: Hanya Suara Sebagian Kecil Masyarakat

Sebelumnya, ucapannya yang menyebut tuntutan 17+8 berasal dari “sebagian kecil rakyat” disampaikan Purbaya di kantor Kementerian Keuangan sehari setelah dilantik. Saat itu, ia mengatakan belum mempelajari secara menyeluruh isi tuntutan tersebut dan menilai aksi itu muncul dari sebagian kecil masyarakat yang merasa hidupnya terganggu dan belum tercukupi. “Itu suara sebagian kecil rakyat kita, mungkin sebagian merasa hidupnya kurang,” kata Purbaya.

Ia juga menilai bahwa pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi bisa menjadi solusi mengatasi keresahan sosial. Purbaya menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional hingga 6–7 persen agar masyarakat memiliki lebih banyak kesempatan kerja. “Jika saya ciptakan pertumbuhan ekonomi 6%, 7%, itu akan hilang dengan otomatis. Mereka akan sibuk cari kerja dan makan enak dibandingkan mendemo,” ujarnya, menegaskan perlunya strategi ekonomi yang berdampak langsung.

Pernyataan tersebut menimbulkan reaksi keras di media sosial dan masyarakat luas. Banyak pihak menilai pernyataan itu tidak sensitif terhadap aspirasi rakyat. Menanggapi kritik tersebut, Purbaya kembali menegaskan niatnya memperbaiki situasi ekonomi agar masyarakat tidak perlu turun ke jalan untuk menyampaikan keresahan. Ia menekankan perlunya solusi jangka panjang yang menyasar akar masalah sosial dan ekonomi.

“Tujuan saya adalah memperbaiki kondisi agar masyarakat bisa lebih mudah mencari pekerjaan dan hidup sejahtera bersama. Jadi, ini bukan soal siapa yang salah, tapi bagaimana kita bisa memperbaiki situasi,” kata Purbaya. Ia menambahkan bahwa dirinya siap bekerja sama dengan semua pihak untuk membangun ekonomi nasional yang lebih inklusif dan adil. “Kalau saya salah, saya perbaiki. Itu pelajaran penting untuk saya,” ujarnya menutup klarifikasinya.

BACA JUGA:Menkeu Purbaya Yudhi Siap Dikritik, Janji Tidak Jadi Pejabat

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: