BANNER HEADER DISWAY HD

Hari Populasi Sedunia: Lampung dan Tantangan Kepadatan Penduduk Menuju 2045

Hari Populasi Sedunia: Lampung dan Tantangan Kepadatan Penduduk Menuju 2045

--Freepik

BANDAR LAMPUNG, RADARTVNEWS.COM - Lebih ramai bukan berarti lebih maju. Itulah ungkapan yang tepat menggambarkan kondisi LAMPUNG saat ini. Di peringatan Hari Populasi Sedunia, penting untuk memahami bahwa pertumbuhan penduduk bukan hanya soal angka, melainkan juga strategi pembangunan dan distribusi sumber daya.

Hari Populasi Sedunia (World Population Day) yang diperingati setiap tanggal 11 Juli, dan diresmikan oleh Program Pembangunan PBB (UNDP) pada tahun 1989. Serukan ini dilatarbelakangi oleh peringatan “Day of Five Billion” pada 11 Juli 1987 saat populasi dunia menembus angka 5 miliar. Sejak diumumkan oleh Majelis Umum PBB melalui Resolusi 45/216 pada Desember 1990 untuk menyoroti isu-isu terkait demografi dan pembangunan.

 

Pertumbuhan penduduk yang tidak merata menjadi salah satu isu penting yang dihadapi Provinsi Lampung saat ini. Pada Maret 2025, kepadatan penduduk rata-rata di Provinsi Lampung mencapai 283,67 jiwa per km2, meningkat dari tahun-tahun sebelumnya, menurut BPS Provinsi Lampung. Kota Bandar Lampung memiliki populasi tertinggi dengan 6.673 jiwa/km2, sedangkan Kota Metro memiliki populasi terendah dengan 2.424 jiwa/km2. Distribusi yang tidak konsisten ini menunjukkan konsentrasi populasi di daerah urban, yang menimbulkan tekanan pada infrastruktur, layanan publik, dan lingkungan hidup.

BACA JUGA:Pelabuhan Bakauheni Masih Dipadati Pemudik Arus Balik hingga Senin Dini Hari

Konsentrasi penduduk di wilayah urban menyebabkan kemacetan, kerusakan infrastruktur, dan antrian layanan publik. Sementara itu, daerah pinggiran berkembang tanpa dukungan fasilitas memadai. Urban sprawl turut mengurangi ruang hijau, meningkatkan risiko banjir dan suhu mikro. Ketimpangan ini menekan daya dukung kota dan mengancam kualitas hidup jika tidak segera ditangani secara terencana.

 

Oleh karena itu, Lampung diharapkan menjadi salah satu provinsi dengan 11 juta penduduk dan usia produktif tahun 2045. Dokumen RPJPD 2025–2045 menekankan masalah seperti kemacetan, permukiman kumuh, dan kekurangan layanan pendidikan dan kesehatan, antara lain. Dalam Musrenbang, Bappeda Lampung menyatakan bahwa infrastruktur dasar di daerah padat belum memadai untuk menampung lonjakan populasi yang akan datang.

 

Pemerintah Provinsi bersama kabupaten/kota aktif merencanakan pembangunan berbasis populasi di Ruang Sidang DPRD Provinsi Lampung, Senin (22/7/2024). Program seperti Lampung Smart Tahun 2025-2045 dengan mengusung transformasi sosial dan ekonomi yang inklusif dengan pengembangan sarana jalan dan pelayanan publik di wilayah padat. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil bersama Bappeda juga merancang program penataan kawasan urban, terutama di Bandar Lampung dan Metro, untuk mengendalikan urbanisasi dan meningkatkan kualitas permukiman.

BACA JUGA:Merayakan Hari Kelautan Nasional dengan Menyelami Kekayaan Laut Lampung dan Satwa Khasnya

Peringatan Hari Populasi Sedunia menjadi momentum penting untuk menyoroti dinamika kepadatan penduduk di Lampung menjelang 2045. Tren pertumbuhan yang terus meningkat menuntut perencanaan yang terukur dan kebijakan berbasis data agar tantangan populasi dapat dikelola secara berkelanjutan dan tidak menimbulkan tekanan tambahan pada infrastruktur maupun layanan publik.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait