Bukan Pencitraan, Ini Alasan Orang Bisa Ramah di Luar tapi Emosional di Rumah

Bukan Pencitraan, Ini Alasan Orang Bisa Ramah di Luar tapi Emosional di Rumah

Ilustrasi Orang Marah-Pinterest/@cyneruler-

Keluarga sering masuk kategori ini karena ada perasaan diterima dan tidak mudah ditinggalkan, meski cara melampiaskannya jelas tidak sehat.

 

Menurut penjelasan dari American Psychological Association, menekan emosi terlalu lama bisa meningkatkan stres dan kelelahan mental. 

 

Ketika kontrol diri habis, reaksi emosional cenderung muncul secara impulsif, terutama di lingkungan privat seperti rumah.

 

Selain tekanan dari luar, latar belakang keluarga juga berperan. Individu yang tumbuh dalam lingkungan dengan pola komunikasi keras atau minim ruang dialog cenderung membawa kebiasaan tersebut hingga dewasa. 

 

Tanpa disadari, rumah menjadi tempat berulangnya pola lama yang dianggap normal.

 

Tekanan peran sosial turut memperkuat kondisi ini. Di luar rumah, seseorang bisa menjalani berbagai peran sekaligus, mulai dari pekerja profesional, mahasiswa, hingga figur yang dituntut selalu stabil. 

 

Saat sampai di rumah, sisa tenaga emosional sudah menipis. Dalam kondisi lelah, toleransi terhadap stres menjadi lebih rendah, sehingga emosi lebih mudah muncul, bahkan untuk hal-hal kecil.

 

Meski punya penjelasan psikologis, kondisi ini tetap tidak bisa dianggap wajar sepenuhnya. Marah berlebihan, apalagi jika dilakukan terus-menerus, bisa melukai perasaan dan merusak hubungan keluarga.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: