BANNER HEADER DISWAY HD

Runtuhnya Gedung Ponpes Al Khoziny: Polisi Selidiki Penyebab Kejadian

Runtuhnya Gedung Ponpes Al Khoziny: Polisi Selidiki Penyebab Kejadian

--kompas.com

RADARTVNEWS.COM – Sidoarjo, Bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo yang tiba-tiba runtuh pada Senin (29/92025). Dari kejadian tersebut, membuat heboh banyak santri dan warga sekitar.

Menurut informasi yang dikumpulkan, kejadian berlangsung sekitar pukul 15.35 WIB. Saat tiba-tiba bangunan pondok yang terdiri dari 5 lantai ambruk. Dan di waktu yang bersamaan, sejumlah santri sedang menjalankan shalat berjamaah.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan bahwa kasus ini masuk kedalam kategori bencana akibat kegagalan teknologi yang patut menjadi perhatian serius.

BACA JUGA:1.300 UMKM Siap Bersaing di Kompetisi ‘Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas’, Siapa yang Akan Raih Modal Usaha Rp1 M

Kejadian ini diduga tiang pondasi tidak mampu menahan beban tambahan dari pengecoran lantai 4, sehingga bangunan runtuh seketika saat digunakan untuk shalat Ashar berjamaah.

Akibat terjadi ambruknya bangunan mushala, menyebabkan puluhan santri serta pekerja tertimpa material bangunan. Hingga Selasa (30/9/2025) pagi, tercatat 102 orang berhasil dievakuasi. Dari jumlah itu, 91 orang menyelamakan diri secara mandiri, sementara 11 lainnya dievakuasi oleh tim SAR gabungan. 1 korban sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sedangkan 77 orang mengalami luka-luka dan telah mendapat perawatan medis.

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Sidoarjo, Basarnas, BPBD Provinsi Provinsi Jawa Timur, unsur Forkopimda, hingga relawan SAR dari daerah sekitar seperti Surabaya, Gresik, Mojokerto, Nganjuk, dan Jombang, terus melakukan pencarian korban.

BACA JUGA:Gempa M 6,5 Guncang Sumenep, Disusul Serangkaian Aftershock

Peristiwa ambruknya bangunan Ponpes Al Khoziny menjadi pengingat pentingnya pengecekan rutin terhadap kondisi infrastruktur, terutama di lingkungan pendidikan yang menampung banyak santri. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun keamanan dan kenyamanan para santri tetap harus menjadi prioritas utama. Masyarakat berharap pihak pesantren bersama pemerintah segera mengambil langkah cepat untuk melakukan renovasi serta memastikan insiden serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait