BANNER HEADER DISWAY HD

Toxic Productivity: Ketika Produktivitas Berlebihan Justru Menyiksa Mental

Toxic Productivity: Ketika Produktivitas Berlebihan Justru Menyiksa Mental

Ilustrasi --ISTIMEWA

RADARTVNEWS.COM – Dalam budaya modern yang serba cepat, produktivitas sering dijadikan tolok ukur keberhasilan seseorang. Banyak orang bangga bisa bekerja tanpa henti, mengerjakan banyak hal sekaligus, atau selalu terlihat sibuk. Namun, ketika produktivitas berubah menjadi obsesi yang berlebihan hingga mengorbankan kesehatan mental. 

Toxic productivity adalah kondisi di mana seseorang merasa harus terus bekerja atau melakukan sesuatu yang “produktif”, bahkan di waktu yang seharusnya digunakan untuk beristirahat.

Mereka merasa bersalah jika bersantai, tidak melakukan apa-apa, atau sekadar menikmati waktu luang. Alhasil, bukannya sehat dan sukses, justru stres, lelah, dan burnout yang datang.

ini semakin meningkat sejak tren “hustle culture” populer, di mana kesibukan dianggap simbol ambisi dan prestasi. Media sosial juga memperburuk keadaan dengan menampilkan citra kesuksesan orang lain, sehingga banyak orang merasa tertinggal dan harus bekerja lebih keras.

BACA JUGA:Fenomena Crazy Rich Dunia yang Memilih Tak Wariskan Harta ke Anak

Ambisi produktivitas yang berlebihan tidak hanya melelahkan fisik, tetapi juga berdampak pada mental. Beberapa dampaknya antara lain:

1. Burnout, tubuh dan pikiran mengalami kelelahan ekstrem hingga kehilangan motivasi bekerja.

2. Kecemasan, rasa takut tidak cukup produktif membuat seseorang terus gelisah.

3. Menurunnya Kualitas Hubungan, waktu bersama keluarga dan teman berkurang karena lebih banyak dihabiskan untuk bekerja.

4. Hilangnya Makna Hidup, segalanya diukur dari produktivitas, sehingga kebahagiaan pribadi diabaikan.

Produktivitas memang penting, tetapi ketika berlebihan, justru bisa merusak kualitas hidup. Hidup yang seimbang bukan hanya tentang bekerja keras, melainkan juga memberi ruang untuk beristirahat, bersyukur, dan menikmati momen sederhana.

Dengan melepaskan obsesi toxic productivity, seseorang bisa mencapai kesuksesan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait