BANNER HEADER DISWAY HD

Transjakarta Gunakan Bus Listrik Buatan Jawa Tengah, Tak Lagi Impor dari China

Transjakarta Gunakan Bus Listrik Buatan Jawa Tengah, Tak Lagi Impor dari China

Ilustrasi --ISTIMEWA

RADARTVNEWS.COM –  Mulai akhir tahun 2025, Transjakarta akan menggunakan bus listrik buatan dalam negeri, menggantikan armada impor dari China yang selama ini mendominasi layanan transportasi ramah lingkungan di Jakarta.

Bus listrik ini diproduksi oleh karoseri laksana bus manufaktur, perusahaan otomotif nasional yang berbasis di Jawa Tengah. Langkah ini menandai tonggak penting bagi industri kendaraan listrik Indonesia, sekaligus mendukung program pemerintah dalam memperkuat kemandirian manufaktur nasional dan transisi menuju energi bersih.

Menurut keterangan Chrystian R. M. Pohan, Vice President Corporate Secretary DAMRI Indonesia, bus listrik produksi Laksana telah memenuhi standar teknis dan keamanan yang ditetapkan oleh agen pemegang merek (APM). 

BACA JUGA:Open AI Sora 2 Vs Google Veo 3: Adu Canggih AI Video Generator Terbaru

Tahap awal implementasi bus listrik lokal ini akan dilakukan melalui uji coba di Koridor 2A yang melayani rute Pulogadung - Rawabuaya. Sejumlah unit sudah tiba di Jakarta dan tengah menjalani penyesuaian sistem dengan infrastruktur pengisian daya milik Transjakarta.

Transjakarta menargetkan 80 unit bus listrik buatan dalam negeri dapat beroperasi penuh hingga akhir tahun 2025. Jumlah ini akan terus ditambah secara bertahap seiring dengan kesiapan produksi karoseri Laksana dan ketersediaan jaringan pengisian daya (charging station) di seluruh rute.

BACA JUGA:Instagram Hadirkan Fitur Map Real-Time, Pengguna Kini Bisa Lihat Lokasi Teman

Bus listrik buatan Jawa Tengah ini dirancang dengan teknologi efisiensi tinggi, mampu menempuh jarak hingga 250 kilometer dalam sekali pengisian baterai, serta dilengkapi dengan sistem pendingin kabin hemat energi dan fitur keselamatan modern. Selain itu, proses perakitan yang dilakukan di dalam negeri diyakini akan membuka peluang kerja baru bagi tenaga teknik dan manufaktur lokal.

Langkah Transjakarta ini mendapat sambutan positif dari pengamat transportasi dan energi. Mereka menilai kebijakan tersebut tidak hanya memperkuat ekonomi nasional, tetapi juga mempercepat pengurangan emisi karbon di kawasan perkotaan padat seperti Jakarta.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait