BANNER HEADER DISWAY HD

Kenapa Perempuan Lebih Mudah Menangis? Ini Penjelasan Ilmiah & Sosialnya

Kenapa Perempuan Lebih Mudah Menangis? Ini Penjelasan Ilmiah & Sosialnya

Ilustrasi--ISTIMEWA

RADARTVNEWS.COM - Kita sering mendengar ungkapan bahwa perempuan lebih mudah menangis dibanding pria. Ternyata, ada sejumlah alasan biologis dan sosial yang mendasari fenomena ini, bukan sekadar stereotip. Faktor hormon, budaya, dan tekanan emosional semuanya turut berperan.

Secara biologis, perempuan memiliki kadar hormon seperti prolaktin yang lebih tinggi ketimbang pria. Hormon ini berperan dalam produksi air mata emosional. Sementara itu, hormon testosteron pada pria justru memiliki efek menekan respons menangis. Penelitian di artikel The Neurobiology of Human Crying menyebut bahwa perbedaan hormonal ini adalah salah satu penyebab utama kenapa perempuan cenderung menangis lebih sering. 

BACA JUGA:Kenali Lima Ciri-Ciri Cowok Red Flag, Jangan Sampai Terjebak Hubungan Toxic!

Selain itu, penelitian lain juga menunjukkan bahwa air mata emosional menyimpan protein dan hormon tambahan yang tidak ditemukan dalam air mata basal atau refleks biasa. 

Di sisi sosial, norma budaya juga sangat mempengaruhi. Dari kecil, banyak perempuan diajarkan bahwa ekspresi emosi, termasuk menangis adalah hal yang bisa diterima atau “alami.” Sedangkan pria sering kali didorong untuk menahan tangis agar terlihat kuat. 

Dalam kajian Gender and Emotional Expression, dijelaskan bahwa meskipun pria dan perempuan bisa merasakan emosi yang sama, perempuan lebih sering diberi ruang untuk mengekspresikan emosinya secara terbuka. 

Menangis juga memiliki fungsi psikologis positif. Menurut Harvard Health, menangis dapat membantu melepaskan hormon stres dan memicu pelepasan endorfin serta oksitosin, zat kimia dalam tubuh yang dapat membantu meredakan beban emosional. 

BACA JUGA:Kenapa Banyak Cowok Terlihat Tidak Peka? Ini Kata Riset

Dengan demikian, menangis bukanlah kelemahan, tetapi salah satu cara tubuh dan pikiran kita memproses tekanan emosional.

Dengan memahami aspek biologis dan sosial ini, kita bisa lebih menghargai bentuk ekspresi manusia tanpa menghakimi. Menangis bukanlah tanda lemah, melainkan bagian dari cara kita menghadapi tekanan dan menjaga keseimbangan emosional.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: