BANNER HEADER DISWAY HD

Rekrutmen Tenaga Ahli Program Desa Makmur di Lamtim Diduga Sarat Kepentingan Politik

Rekrutmen Tenaga Ahli Program Desa Makmur di Lamtim Diduga Sarat Kepentingan Politik

Ilustrasi -Foto : Tangkapan Layar-

LAMPUNG TIMUR, RADARTVNEWS.COM - Di tengah keterbatasan anggaran dan berbagai persoalan birokrasi, Pemerintah Kabupaten LAMPUNG TIMUR diam-diam mengumumkan hasil seleksi Tenaga Ahli Pendamping Program Desa Makmur

Pengumuman itu dilakukan secara mendadak dan hanya melalui akun Instagram resmi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Lampung Timur.

Program yang digagas oleh Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah atau yang akrab disapa Bupati Ela ini menuai sorotan tajam. 

Pasalnya, proses rekrutmen dinilai tidak transparan dan terkesan tertutup. Lebih mencengangkan, dari sembilan nama yang lolos seleksi, beberapa di antaranya diduga kuat merupakan pengurus aktif di salah satu partai politik.

Dari penelusuran yang dilakukan Komite Pemantauan Pelaksanaan Pembangunan (KP3) Lampung Timur, ditemukan bahwa dua nama di antaranya adalah Husin, S.E yang disebut menjabat sebagai Sekretaris DPD II salah satu partai besar di Lampung Timur dan Alfiansyah, S.Pd., mantan Sekretaris DPC Partai yang cukup kuat di Lampung Timur sekaligus juga mantan anggota DPRD Lampung Timur periode 2019-2024.

Kritik Pedas dari KP3

Ketua KP3 Lampung Timur, Jaya Emha, menyayangkan proses rekrutmen yang tidak terbuka dan cenderung eksklusif.

“Aneh dan patut dipertanyakan, kenapa pengumuman hanya lewat Instagram PMD? Kenapa tidak diumumkan secara luas lewat media massa atau kanal resmi lainnya? Ini bukan hanya tidak transparan, tapi juga terkesan dimonopoli untuk kepentingan kelompok tertentu,” tegas Jaya.

Lebih lanjut, ia menduga bahwa sembilan orang yang terpilih merupakan "titipan" dari partai politik tertentu — khususnya Partai Golkar dan PKB.

“Kalau memang ini soal kepentingan politik, perlu diingat bahwa di Lampung Timur bukan cuma PKB dan Golkar yang punya kader. Ada PDIP, Gerindra, dan partai lainnya. Semuanya punya hak yang sama, jangan sampai keadilan dikorbankan demi kelompok tertentu,” tambahnya.

Jaya meminta agar hasil seleksi dievaluasi ulang agar tidak menimbulkan gejolak di tengah masyarakat.

Pihak PMD Buka Suara

Menanggapi kritik yang beredar, Plt. Kepala Dinas PMD Lampung Timur, Ridwan, membenarkan bahwa pengumuman hasil seleksi memang hanya dilakukan melalui Instagram.

“Kami akui, karena keterbatasan anggaran, tidak ada dana khusus untuk publikasi yang lebih luas. Jadi kami hanya bisa mengumumkan lewat IG resmi dinas,” ujar Ridwan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait