Burnout, Saat Lelah Tak Lagi Sekedar Capek
ilustrasi-foto: Pinterest-
RADARTVNEWS.COM - Ditengah ritme hidup yang semakin cepat, tuntutan pekerjaan dan tekanan sehari-hari sering kali membuat seseorang terus bergerak tanpa jeda. Awalnya mungkin hanya merasa lelah biasa, namun jika dibiarkan berlarut-larut, kondisi ini bisa berkembang menjadi burnout. Burnout bukan sekedar rasa capek setelah bekerja keras, melainkan keadaan kelelahan menyelruh yang memmengaruhi pikiran, emosi, hingga kondisi fisik. Burnout kerap muncul tanpa disadari. Banyak orang tetap memaksakan diri produktif, padahal tubuh dan mental sudah memberi sinyal untuk berhenti sejenak.
Memahami Burnout Lebih Dalam
Burnout adalah kondisi Ketika seseorang merasa kehabisan energi secara emosional dan mental akibat tekanan yang berlangsung lama. Kondisi ini sering dikaitkan tekanan yang berlangsung lama. Kondisi ini sering dikaitkan dengan dunia kerja, tetapi sebenarnya bisa dialami siapa saja, mulai dari pelajar, pekerja, hingga ibu rumah tangga.
Berbeda dengan stress yang biasanya datang dan pergi, burnout cenderung menetap. Bahkan istirahat singkat atau libur akhir pekan sering kali tidak cukup untuk mengembalikan semangat yang hilang.
Tanda – tanda Burnout yang Sering Terabaikan
Burnout tidak selalu datang secara tiba-tiba. Ia berkembang perlahan dan menunjukan gejala yang beragam, seperti kelelahan berkepanjangan meski tidak melakukan aktivitas yang berat, hilangnya motivasi sehingga merasa semua hal terasa berat dan tidak bermakna, sulitnya fokus, mudah lupa serta produktivitas menurun, emosi menjadi tidak stabil, lebih sensitive, mudah marah atau justru apatis, dan memiliki keluhan fisik seperti sakit kepala, gangguan tidur, atau nyeri otot.
Apa Faktor yang Menyebabkan Burnout
Burnout umumnya dipicu oleh tekanan yang berlangsung terus-menerus tanpa waktu pemulihnan yang cukup, beberapa faktor yang sering menjadi pemicu antara lain:
1. Beban kerja atau tugas yang berlebihan dan minimnya apresiasi
2. Rutinitas yang monoton tanpa jeda atau variasi
3. Batasan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi yang kabur
4. Kurangnya dukungan dari lingkungan sekitarBACA JUGA:Fenomena Sosial Battery Habis dan Cara Mengisinya Kembali
Lalu Bagaimana Cara Mengatasi Burnout?
Meski burnout terdengar menakutkan, mengatasi burnout tidak selalu membutuhkan perubahan yang besar, namun bisa dimulai dari kesadaran dan keberanian untuk memperhatikan diri sendiri, seperti mengatur ulang ritme hidup, termasuk jam kerja dan waktu istirahat, memberi ruang untuk jeda meski hanya sebentar tapi usahakan setiap hari ada, melakukan aktivitas yang menenangkan seperti berjalan santai setiap sore, membaca buku saat waktu luang, atau olahraga ringan saat weekend, jangan lupa untuk berbagi cerita dengan orang terdekat maupun professional apabila memang diperlukan.
Burnout adalah sinyal bahwa tubuh dan pikiran membutuhkan perhatian lebih. Mengabaikan justru bisa membuat kondisi semakin memburuk. Dengan menganali tanda-tandanya sejak dini dan berani memperlambat Langkah, kita bisa kembali menemukan keseimbangan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
