Ayatollah Ali Khamenei Meninggal, Iran-Irak Tetapkan Hari Berkabung Nasional
Suasana Duka di Kota Teheran Iran usai Meninggalkan Pemimpin Tertinggi Negeri itu, Ayatollah Ali Khemenei-Foto : Tangkapan Layar-
RADARTVNEWS.COM - Duka mendalam menyelimuti kawasan Timur Tengah. Kabar wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, bukan hanya mengguncang rakyat Iran, tetapi juga memicu gelombang simpati dari negara-negara sahabat, termasuk Irak.
Pemerintah Irak secara resmi menetapkan tiga hari berkabung nasional. Keputusan itu diumumkan menyusul laporan yang disiarkan langsung oleh Al Jazeera pada Minggu (1/3), yang mengabarkan kematian tokoh paling berpengaruh di Republik Islam tersebut.
Dalam pernyataan yang dikutip kantor berita resmi Irak (INA), juru bicara pemerintah, Bassem Al-Awadi, menyampaikan belasungkawa mendalam kepada rakyat Iran dan umat Islam di seluruh dunia.
“Dengan kesedihan dan duka yang mendalam, kami menyampaikan belasungkawa kepada rakyat Iran yang terhormat dan seluruh umat Islam atas gugurnya ulama dan mujahid, Pemimpin Tertinggi, Grand Ayatollah Sayyid Ali al-Husseini al-Khamenei,” ujar Al-Awadi. Ia menyebut kematian tersebut sebagai akibat dari “agresi terang-terangan” yang dinilai melanggar norma kemanusiaan serta hukum internasional.
Kedekatan Baghdad–Teheran
Langkah Baghdad menetapkan masa berkabung bukanlah sekadar formalitas diplomatik. Selama bertahun-tahun, Irak dan Iran menjalin hubungan erat, baik dalam kerja sama politik, keamanan, maupun relasi keagamaan. Dalam berbagai dinamika kawasan, kedua negara kerap berdiri dalam garis kepentingan yang seirama.
Bagi banyak kalangan di Irak, Khamenei bukan hanya pemimpin Iran, tetapi juga figur religius yang memiliki pengaruh luas di dunia Islam Syiah. Tak heran, suasana duka terasa melampaui batas negara.
BACA JUGA:Perdana, Iran Buka Data Lebih 3.000 Nyawa Korban Demo Berdarah Melayang
BACA JUGA:Iran Jadi Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ini Alasannya
Tangis dan Amarah di Teheran
Di ibu kota Teheran, suasana haru berubah menjadi lautan kesedihan. Sejak Sabtu (28/2/2026), ribuan pendukung memadati jalanan. Tangis pecah, sebagian warga bahkan dilaporkan jatuh pingsan ketika kabar kematian sang pemimpin dikonfirmasi.
Pihak berwenang Iran mendeklarasikan masa berkabung selama 40 hari. Bendera setengah tiang berkibar, sementara doa dan ritual penghormatan digelar di berbagai kota.
Serangan yang Memicu Gejolak
Kematian Khamenei disebut terjadi dalam rangkaian serangan besar yang dikaitkan dengan Amerika Serikat dan Israel. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya 201 orang dan melukai 747 lainnya, termasuk sejumlah pejabat militer dan mahasiswa.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: