Serangan Amerika-Israel Hantam Sekolah, 51 Orang Tewas dan 60 Lainnya Luka-luka
Serangan Militer AS-Israel menyasar bangunan sekolah dasar di Kota Minab Provinsi Hormozgan Iran yang mengakibatkan 51 Siswa meninggal-Foto : Tangkapan Layar X @Virus1979C-
TEHERAN, RADARTVNEWS.COM - Langit Iran berubah kelam pada Sabtu pagi, 28 Februari 2026. Dentuman demi dentuman mengguncang ibu kota Teheran dan sejumlah wilayah lain, menandai dimulainya serangan gabungan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Asap hitam membumbung tinggi di atas kota. Warga berhamburan ke jalan, sebagian mencari perlindungan, sebagian lain mencoba memastikan kabar keluarga mereka. Kantor berita Fars melaporkan beberapa rudal menghantam University Street dan kawasan Jomhouri. Ledakan juga terdengar di Seyyed Khandan, Teheran utara, sebagaimana diberitakan Tasnim. Di bagian barat negara itu, Provinsi Ilam ikut menjadi sasaran, sementara militer Israel mengonfirmasi operasi mereka di wilayah barat Iran.
Namun di tengah rentetan serangan yang disebut menargetkan fasilitas militer dan pertahanan, satu kabar paling memilukan datang dari selatan.
Di Kota Minab, Provinsi Hormozgan, serangan menghantam sebuah sekolah dasar putri saat kegiatan belajar tengah berlangsung. Media pemerintah Iran, termasuk IRIB, melaporkan 51 orang tewas dan sedikitnya 60 lainnya luka-luka.
Pejabat Kota Minab, Mohammad Radmehr, menyebut sekitar 170 siswi berada di dalam gedung ketika rudal menghantam pada pagi hari. Proses evakuasi berlangsung dramatis. Tangis keluarga pecah di halaman sekolah yang berubah menjadi puing dan debu. Otoritas setempat memperingatkan jumlah korban tewas masih bisa bertambah seiring operasi penyelamatan yang terus dilakukan.
Kementerian Luar Negeri Iran mengecam keras serangan tersebut dan menyatakan bahwa selain sasaran militer, infrastruktur sipil di sejumlah kota ikut terdampak.
BACA JUGA:Ayatollah Ali Khamenei Meninggal, Iran-Irak Tetapkan Hari Berkabung Nasional
BACA JUGA:Seret Trump hingga Mantan Perdana Menteri Israel, Ini Tabir yang Terbuka dari Ribuan Dokumen Epstein
Pernyataan Gedung Putih dan Ancaman Balasan
Di Washington, Presiden Donald Trump menyatakan operasi militer itu bertujuan “menghilangkan ancaman yang akan segera terjadi dari rezim Iran”.
“Beberapa saat yang lalu, militer AS memulai operasi tempur besar di Iran. Tujuan kami adalah melindungi rakyat Amerika,” ujarnya.
Namun di Teheran, nada yang terdengar jauh lebih keras. Seorang pejabat Iran kepada Reuters menyatakan bahwa negaranya tengah menyiapkan pembalasan yang akan bersifat “menghancurkan”. Televisi pemerintah melaporkan Iran bersiap memberikan “respons yang kuat” terhadap Israel.
Pernyataan yang lebih tegas lagi menyebut bahwa seluruh aset dan kepentingan Amerika serta Israel di Timur Tengah kini menjadi “target yang sah”. “Tidak ada lagi garis merah setelah agresi ini,” kata seorang pejabat Iran, mengisyaratkan babak baru eskalasi yang lebih berbahaya.
Kawasan di Ambang Ledakan
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: