BANNER HEADER DISWAY HD

Indonesia Jadi Negara Paling Bahagia di Dunia Versi Global Flourishing Study 2024

Indonesia Jadi Negara Paling Bahagia di Dunia Versi Global Flourishing Study 2024

-folkative-INSTAGRAM

RADARTVNEWS.COM – Hasil survei Global Flourishing Study (GFS) yang dilakukan oleh Harvard University, Baylor University, dan Gallup menunjukkan bahwa Indonesia menempati peringkat pertama dunia sebagai negara dengan tingkat kesejahteraan dan kebahagiaan tertinggi, dengan skor 8,47 dari skala 10.

BACA JUGA:Okra, Si “Lady Finger” yang Kaya Nutrisi dan Baik untuk Kesehatan Tubuh

Laporan ini merupakan hasil kolaborasi antara tiga lembaga penelitian besar tersebut yang menganalisis data dari lebih 20 negara, mencakup sekitar 200.000 responden di seluruh dunia. Penelitian dilakukan untuk menilai aspek flourishing atau kesejahteraan menyeluruh masyarakat, bukan hanya kebahagiaan sesaat.

Global Flourishing Study menilai lima dimensi utama kesejahteraan, yaitu:

1. Kesehatan dan kondisi fisik,

2. Kepuasan hidup dan makna hidup,

3. Karakter dan kebajikan pribadi,

4. Hubungan sosial dan dukungan emosional,

5. ⁠Stabilitas finansial dan keamanan pribadi

Hasilnya, Indonesia memperoleh nilai tertinggi rata-rata 8,47, disusul oleh Meksiko (8,19) dan Filipina (8,11). Sementara itu, negara-negara maju seperti Turki (6,59) dan Jepang (5,93) berada di posisi bawah.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, menanggapi hasil survei ini dengan menyatakan bahwa salah satu faktor utama yang membuat masyarakat Indonesia cenderung lebih bahagia adalah budaya gotong royong dan kepedulian sosial yang kuat.

Menurutnya, semangat kebersamaan ini tercermin dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang menjamin akses layanan kesehatan bagi seluruh warga tanpa diskriminasi.

Selain itu, Ghufron menilai bahwa kehidupan sosial yang erat, sikap religiusitas tinggi, dan gaya hidup komunal masyarakat Indonesia menjadi pondasi penting dalam membentuk kesejahteraan psikologis.

Menurut Dr. Matthew Lee, direktur riset di Human Flourishing Program Harvard University, hasil tinggi Indonesia menunjukkan bahwa kebahagiaan tidak selalu berbanding lurus dengan tingkat pendapatan nasional atau kemajuan teknologi, melainkan lebih pada kualitas hubungan sosial dan rasa makna hidup.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait