BANNER HEADER DISWAY HD

Prabowo Tetap ke China Meski Situasi Dalam Negeri Bergejolak, Diplomasi Diutamakan?

Prabowo Tetap ke China Meski Situasi Dalam Negeri Bergejolak, Diplomasi Diutamakan?

Presiden Prabowo Subianto--ISTIMEWA

RADARTVNEWS.Com - Presiden Prabowo Subianto tetap berangkat ke Beijing, China, pada Selasa malam (2/9), di tengah sorotan publik soal situasi dalam negeri yang masih diliputi gejolak pasca serangkaian aksi unjuk rasa besar-besaran. Perjalanan ini dilakukan untuk menghadiri parade militer peringatan 80 tahun Hari Kemenangan Perang Dunia II atas undangan langsung Presiden Xi Jinping.

Keputusan Prabowo ini menimbulkan tanda tanya besar: mengapa seorang kepala negara memilih terbang ke luar negeri ketika kondisi nasional belum sepenuhnya stabil?

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan, Prabowo sebenarnya sempat mempertimbangkan untuk tidak hadir. Namun, pemerintah Tiongkok disebut memberikan "permohonan sangat" agar Presiden Indonesia hadir langsung. Menurut Prasetyo, undangan itu tidak bisa ditolak begitu saja karena dianggap menyangkut hubungan diplomatik strategis. “China meminta kehadiran Presiden secara langsung, setidaknya sehari saja. Setelah menerima laporan bahwa kondisi keamanan dalam negeri berangsur membaik, Presiden akhirnya memutuskan untuk berangkat,” ujar Prasetyo.

BACA JUGA:Kasus Penjarahan Rumah Ahmad Sahroni Resmi Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Ia menambahkan bahwa Prabowo dijadwalkan kembali ke Indonesia segera, tepatnya Rabu malam (3/9), sehingga kunjungan ini hanya berlangsung sangat singkat. Meski pemerintah menyebut situasi keamanan sudah membaik, sejumlah pengamat menilai kondisi nasional masih jauh dari kata normal. Aktivitas masyarakat memang mulai berjalan kembali, tetapi potensi ketegangan masih tinggi mengingat demonstrasi sebelumnya belum menemukan jalan keluar konkret.

Bagi sebagian kalangan, keberangkatan Prabowo ini dianggap sebagai sinyal bahwa pemerintah lebih mengutamakan citra di mata dunia ketimbang menunjukkan empati dan kepemimpinan penuh di dalam negeri. Tidak bisa dipungkiri, China adalah salah satu mitra strategis Indonesia, terutama di bidang perdagangan, investasi, dan pertahanan. Kehadiran Prabowo di parade militer dianggap sebagai bentuk penghormatan dan penguatan hubungan bilateral.

BACA JUGA:PBB Sampaikan Keprihatinan atas Kondisi Terkini di Indonesia, Dorong Dialog Damai dan Pemulihan Sosial

Namun, langkah ini juga menimbulkan pertanyaan lain: apakah diplomasi benar-benar harus didahulukan di atas kebutuhan domestik? Apalagi, kunjungan tersebut hanya bersifat seremonial, bukan agenda bilateral yang menghasilkan kesepakatan langsung bagi rakyat Indonesia. Di media sosial, warganet membanjiri linimasa dengan komentar sinis. Banyak yang menilai bahwa perjalanan ini "tidak tepat waktu" dan menegaskan kembali tudingan bahwa pemerintah saat ini kurang peka terhadap keresahan rakyat.

“Kenapa parade di luar negeri lebih penting daripada menenangkan rakyatnya sendiri?” tulis salah satu pengguna X.

Pada akhirnya, perjalanan singkat Prabowo ke Beijing mungkin akan dicatat sebagai simbol kehormatan diplomatik. Namun, di mata rakyat yang sedang resah, keputusan itu bisa terbaca berbeda: seorang presiden yang lebih sibuk hadir di parade militer negara lain, ketimbang berdiri di tengah warganya sendiri yang masih menunggu kepastian.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: