Kasus Penjarahan Rumah Ahmad Sahroni Resmi Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
Anggota DPR RI Nonaktif, Ahmad Sahroni--ISTIMEWA
RADARTVNEWS.COM - Politikus NasDem sekaligus anggota DPR RI nonaktif, Ahmad Sahroni, resmi melaporkan kasus perusakan dan penjarahan rumahnya di Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Laporan tersebut dibuat melalui kuasa hukumnya ke Polres Metro Jakarta Utara pada Senin (1/9/2025) malam, setelah insiden yang terjadi pada Sabtu (30/8/2025).
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Utara, Ipda Maryati Jonggi, membenarkan laporan itu. Ia menyebut kasus Sahroni sudah naik ke tahap penyelidikan, bahkan lima orang telah dimintai keterangan. Namun, penanganan lebih lanjut kini diambil alih oleh Polda Metro Jaya. “Laporan di Polres dan penanganan kasusnya dilimpahkan ke Polda Metro Jaya,” ujar Maryati, Selasa (2/9/2025).
Deretan Barang Mewah yang Dijarah
Rumah Sahroni rusak parah setelah didatangi massa tidak dikenal. Kaca pecah, perabot hancur, hingga mobil mewah di garasi ringsek. Tak hanya itu, sejumlah barang bernilai fantastis raib dijarah, mulai dari jam tangan Richard Mille RM 40-01 McLaren Speedtail senilai Rp11,7 miliar, tas Hermes dan Louis Vuitton, hingga koleksi figur Iron Man.
BACA JUGA:Rumah Ahmad Sahroni Dijarah Rakyat, Simbol Kemarahan pada Elit Politik
Barang lain yang dilaporkan hilang termasuk piano, sertifikat tanah, ijazah, hingga perangkat elektronik seperti Macbook dan PlayStation 5. Sebagian barang sudah dikembalikan, termasuk tas bermerek dan jam tangan Richard Mille yang diserahkan orangtua pelaku berinisial IM (14) kepada perwakilan Sahroni pada Minggu (31/8/2025). Ketua RW 06 Kebon Bawang, Sugeng Riyanto, menyaksikan langsung penyerahan itu dan menandatangani dokumen resmi sebagai saksi.
Dari Kontroversi Pernyataan hingga Dinonaktifkan
Nama Ahmad Sahroni memang sudah lebih dulu menjadi sorotan publik. Ia dianggap memicu kemarahan masyarakat setelah menyebut desakan pembubaran DPR sebagai tindakan “tolol” saat kunjungan kerja di Sumatera Utara pada 22 Agustus lalu. Pernyataan itu menuai gelombang kritik dan diyakini ikut menyulut demonstrasi besar yang berujung kericuhan di sejumlah daerah.
BACA JUGA:Harta Fantastis Ahmad Sahroni Tembus Rp 328,9 Miliar, Koleksi Mobil Mewah Jadi Sorotan
Tak lama setelah kontroversinya, posisi Sahroni diturunkan dari Wakil Ketua Komisi III DPR menjadi anggota biasa. Partai NasDem kemudian mengambil langkah lebih tegas dengan menonaktifkan dirinya bersama artis sekaligus legislator Nafa Urbach. Partai PAN pun melakukan hal serupa kepada Eko Patrio dan Uya Kuya, yang rumahnya juga ikut dijarah massa.
Polisi Lanjutkan Penyelidikan
Hingga kini, penyidik Polda Metro Jaya masih mendalami kasus penjarahan rumah Sahroni. Pemeriksaan saksi-saksi terus dilakukan, sementara sejumlah barang bukti mulai kembali ke tangan pemilik. Meski begitu, kerugian materi maupun simbolis tetap besar, mengingat kasus ini muncul di tengah sorotan publik terhadap elite politik yang dinilai tak peka terhadap kondisi masyarakat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: