Main Character Syndrome, Cuek Atau Percaya Diri ?

Main Character Syndrome, Cuek Atau Percaya Diri ?

Ilustrasi Pria Berdiri di jalan-Pinterest-

RADARTVNEWS.COM - Belakangan ini, istilah main character syndrome makin sering muncul di media sosial seperti TikTok dan Instagram. 

Banyak anak muda mulai melihat dirinya sebagai “tokoh utama” dalam kehidupan sehari-hari, terutama melalui konten yang mereka unggah.

Sekilas hal ini terlihat menginspirasi, namun ada dampak yang harus di waspadain di baliknya. 

Media sosial kini menjadi panggung ekspresi diri yang luas. Siapa pun bisa dengan mudah membagikan cerita, momen, bahkan hal-hal kecil yang terjadi dalam hidup.

Dari sini, muncul kebiasaan melihat hidup seperti sebuah cerita, di mana diri sendiri menjadi pusatnya.

Tak jika banyak orang merasa sebagai “protagonist”. Selama masih dalam batas wajar, hal ini sebenarnya normal dan bahkan bisa membantu seseorang lebih mengenal dirinya sendiri.

BACA JUGA:Apa Itu Star Syndrome? Fenomena Psikologis di Balik Rasa Terlalu Percaya Diri

Dilain sisi, hal positif yang didapat cara pandang ini bisa bikin kamu lebih percaya diri

Kamu jadi lebih berani menentukan pilihan, tahu apa yang diinginkan, dan nggak mudah terpengaruh omongan orang lain. 

Rasa memiliki kendali atas hidup juga jadi lebih kuat.

Namun, ada resikonya. Di mana jika berlebihan, main character syndrome bisa bikin seseorang terlalu fokus pada dirinya sendiri. 

Tanpa sadar, orang jadi kurang peka terhadap sekitar, sulit melihat sudut pandang orang lain, atau bahkan merasa harus selalu jadi pusat perhatian.

Belum lagi adanya tekanan untuk terlihat sempurna. Di media sosial, banyak orang ingin memiliki citra yang terlihat bahagia, produktif, dan menarik.

Padahal, kenyataannya tidak selalu seperti itu. Ketika realitas bertolak belakang, perasaan cemas, capek, bahkan nggak puas dengan diri sendiri bisa muncul.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: