Scroll Politik, Scroll Kekecewaan Generasi Muda

Scroll Politik, Scroll Kekecewaan Generasi Muda

--

RADARTVNEWS.COM – Dulu generasi muda Indonesia sering dianggap tidak peduli pada politik. generasi muda dinilai lebih fokus pada hiburan, tren media sosial, atau kehidupan pribadi dibanding urusan negara. 

Namun beberapa tahun terakhir, kondisi itu mulai berubah. Politik kini hadir hampir setiap hari di media sosial, mulai dari isu korupsi, konflik elite, sampai kebijakan pemerintah yang menuai kritik.

Media sosial perlahan menjadi ruang diskusi politik. Banyak generasi muda mulai sadar bahwa kebijakan negara berpengaruh langsung terhadap kehidupan mereka. 

Di satu sisi, tentunya hal ini menjadi tanda positif karena masyarakat semakin peduli dan lebih berani mengawasi pemerintah.

Namun di balik meningkatnya kesadaran politik, muncul juga rasa pesimis dan sinisme terhadap pemerintah maupun sistem politik itu sendiri.

Semakin sering mengikuti isu politik, semakin banyak pula melihat kasus korupsi, konflik kepentingan, dan kebijakan yang dianggap tidak berpihak pada rakyat. 

Akibatnya muncul perasaan bahwa kritik masyarakat tidak pernah benar-benar mengubah keadaan. Politik akhirnya terasa melelahkan dan membuat banyak orang kehilangan harapan.

Fenomena ini tidak lepas dari cara media sosial bekerja. Algoritma media sosial lebih sering menampilkan konten yang memancing emosi seperti kemarahan, konflik, dan kontroversi dibanding pembahasan yang tenang dan mendalam. 

Pada akhirnya, politik lebih sering terlihat sebagai pertengkaran daripada ruang mencari solusi bersama.

Akibatnya, masyarakat terus menerus melihat masalah politik tanpa merasa keadaan bisa membaik. Yang muncul bukan lagi semangat untuk ikut terlibat, tetapi rasa putus asa dan tidak percaya pada sistem politik.

Masyarakat memang tetap mengikuti isu politik, tetapi tidak lagi yakin bahwa keterlibatan mereka bisa membawa perubahan.

Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa berbahaya bagi demokrasi. Masyarakat bisa menjadi semakin tidak peduli, mudah dipengaruhi informasi yang menyesatkan, atau menganggap penyalahgunaan kekuasaan sebagai hal biasa.

Karena itu, meningkatnya kesadaran politik seharusnya tidak berakhir pada rasa putus asa. Media tidak hanya perlu menyampaikan kritik, tetapi juga seharusnya bisa memberi ruang untuk memunculkan pembahasan solusi.

Di sisi lain, generasi muda juga perlu sadar bahwa partisipasi politik tidak cukup hanya lewat media sosial. Demokrasi membutuhkan keterlibatan nyata. Keterlibatan itu bisa melalui komunitas, forum warga, organisasi sosial, maupun pengawasan langsung terhadap kebijakan pemerintah. (*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: