Mengapa Puasa Ramadhan Baik untuk Kesehatan Mental? Ini Penjelasan Psikologinya!
Ilustrasi Berbagi Selama Ramadhan -Pinterest -
Pengalaman merasakan lapar membangun kesadaran sosial yang lebih kuat, mendorong perilaku berbagi, solidaritas, dan kepedulian terhadap kelompok rentan. Interaksi sosial yang positif, seperti berbuka bersama keluarga atau kegiatan amal, memperkuat dukungan emosional yang menjadi salah satu pilar utama kesehatan mental.
Dengan demikian, puasa Ramadhan merupakan integrasi harmonis antara proses biologis, latihan pengendalian diri, penguatan spiritual, serta peningkatan kualitas hubungan sosial. Kombinasi faktor-faktor tersebut berkontribusi membentuk kesehatan mental yang lebih stabil, resilien, adaptif, dan bermakna dalam jangka panjang. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: