Oleh : Syamsudin
“Kooraaan… kooraan… koran, Pak!”
Teriakan Udin memecah bising knalpot di simpang jalan, tak jauh dari lampu merah. Di atas trotoar yang mulai retak dimakan usia, bocah penjual koran itu mengadu suara dengan lalu lintas yang tak pernah peduli.
“Koran, Pak… koran!”
Satu menit berlalu. Sebuah mobil mewah hitam tiba-tiba berhenti tepat di depannya.
“Koran, Pak!” seru Udin lagi, penuh harap.
Kaca samping mobil itu perlahan terbuka. Seorang pria berwajah rapi bertanya singkat,
“Berita apa hari ini, Dik?”
“Berita heboh, Pak!” jawab Udin cepat.
“Ada pelaku curanmor di massa—”
“Ah, itu mah biasa,” potong si Bapak santai.
“Ada oknum pejabat selingkuh, digerebek warga.”
“Hm… sudah umum,” sahutnya lagi.
Udin merapikan tumpukan koran di tangannya. “Oh, ini Pak, ada berita bagus. Oknum pejabat tilep uang negara, ditahan.”
“Tidak heran,” jawabnya datar.