BANNER HEADER DISWAY HD

Senyum Manis, Topeng Ratu Pembual, Boneka Sang Ibu Ratu Nini

Senyum Manis, Topeng Ratu Pembual, Boneka Sang Ibu Ratu Nini

ilustrasi -Foto : Syamsudin-

Oleh Syamsudin

“Waduh… hujan makin deras,” gerutu Otong, memecah suara gemericik hujan yang menghantam atap gubuk reyot di pinggir sawah.

“Sabar, Tong. Nanti juga reda,” sahut Kondang, yang duduk bersisian sambil memeluk lutut.

Keheningan kembali merajut. Hanya hujan dan bau tanah basah yang berbicara. Hingga tiba-tiba Bebet, satu dari tiga pemuda yang berteduh di sana, membuka suara.

“Oh ya… ngomong-ngomong, kalian berdua sudah dengar kabar belum?”

“Kabar apa?” sahut Otong cepat.

“Iya, Bet. Isu apaan?” Kondang ikut penasaran.

“Ini soal Ratu Lala,” ujar Bebet pelan. “Kebijakan akhir tahun kemarin itu… kesannya mau untung sendiri.”

Otong mengernyit. “Kebijakan apa, Bet?”

“Ratu Lala, bersama kroni-kroninya, sepakat pinjam duet ke Pulau Sebrang.”

Kondang tersentak. “Emangnya berapa duet yang diutang?”

“Jumlahnya nggak tahu,” jawab Bebet. “Tapi kalau duit utangan itu dibeliin cendol, bisa kelelelep kampung kita.”

“Waduh… ngeri,” gumam Otong sambil menepuk kening.

“Terus, duitnya mau dipakai buat apa?” tanya Kondang.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait