RADARTVNEWS.COM - Demonstrasi besar-besaran di Nepal berujung pada pengunduran diri eks Perdana Menteri K.P. Sharma Oli. Di tengah kekosongan jabatan, nama eks Ketua Mahkamah Agung Nepal Sushila Karki mencuat sebagai calon kuat PM interim. Dilansir Independent, lewat chat Discord, warga Nepal setuju untuk mencalonkan Sushila Karki.
Sushila Karki dilantik sebagai Perdana Menteri interim Nepal pada Jumat (12/9) usai eks PM K.P. Oli mengundurkan diri. Pengunduran diri itu menyusul demo besar-besaran oleh Gen Z yang marah terhadap pemerintah korup. Sushila akan memimpin Nepal selama masa transisi pemerintahan hingga Pemilu yang akan berlangsung pada 5 Maret 2026.
Penunjukan Sushila pun cukup unik karena melalui cara yang tak biasa. Setelah posisi pemimpin kosong usai demo besar ribuan warga Nepal berdiskusi di Discord, aplikasi obrolan dan komunitas online, untuk mencari solusi. Melalui pemungutan suara di aplikasi itu, nama Sushila muncul sebagai kandidat terkuat untuk memimpin Nepal sementara.\
Usai diskusi antara Presiden Ramchandra Paudel, militer, dan pimpinan demonstrasi, Sushila pun ditunjuk sebagai PM interim. Perempuan kelahiran 1952 ini terkenal sebagai aktivis antikorupsi. Selama jadi Ketua MA, dia aktif menangani kasus-kasus high-profile, termasuk kasus korupsi yang sensitif. Dia juga aktif memperjuangkan hak-hak perempuan Nepal di mata hukum.
Namun pada 2017 dia terancam dimakzulkan oleh koalisi parlemen Nepal dengan tuduhan bias. Mosi pemakzulan Sushila berakhir dibatalkan akibat protes dari masyarakat. Kini Sushila memiliki waktu enam bulan untuk memulihkan kepercayaan publik dan menyiapkan pemilu untuk Nepal di tahun depan. Nepal menunjuk perdana menteri baru sementara akhir pekan kemarin.
BACA JUGA:Gen Z Nepal Bikin Gebrakan, Sempat Lakukan Voting Perdana Menteri Interim Lewat Discord
Sebelumnya demonstrasi dan protes berujung kekerasan melanda negeri itu dan menggulingkan pemerintahan sebelumnya. Mengutip AFP, Senin (15/9/2025), Sushila Karki kini dilantik sebagai PM Transisi menuju pemilu. Ia dipilih setelah PM sebelumnya pemimpin Partai Komunis, KP Sharma Oli, mengundurkan diri usai rumahnya dibakar massa dan hingga kini tak diketahui keberadaannya.
“Saya, Sushila Karki… bersumpah atas nama negara dan rakyat untuk memenuhi tugas saya sebagai perdana menteri,” ujar Karki dilantik oleh Presiden Ram Chandra Paudel. Sushila Karki, berusia 73 tahun, merupakan Mantan Ketua Mahkamah Agung (MA) Nepal. Ia menjadi perempuan pertama di kursi tertinggi pemerintahan negeri Himalaya itu.
Pengangkatannya terkait sosoknya yang dikenal independen. Ini terjadi dua hari setelah negosiasi intensif dilakukan Panglima Angkatan Darat Nepal Jenderal Ashok Raj Sigdel dan Paudel serta perwakilan dari “Gen Z”, gerakan pemuda yang memimpin demonstrasi. Karki memang dianggap secara luas memiliki citra yang bersih. Meski begitu, BBC Internasional mencatat bahwa Karki tidak sepenuhnya lepas dari kontroversi.
Saat dilantik Karki menegaskan dirinya hadir bukan untuk mencicipi kekuasaan. Ia hanya akan berada di posisi itu enam bulan. “Tim saya dan saya di sini bukan untuk mencicipi kekuasaan,” ujarnya Karki memberi pesan tak terduga dikutip media India, NTDV. “Kami tidak akan tinggal lebih dari enam bulan. Kami akan menyerahkan tanggung jawab kepada parlemen baru. Kami tidak akan berhasil tanpa dukungan Anda,” tambahnya.
“Nepal sedang mengalami krisis ekonomi dan prioritas pemerintahan sementara adalah rekonstruksi dan stabilitas ekonomi,” ujar Karki. Saat pertama menjabat, Karki juga mengumumkan kompensasi sebesar 1 juta rupee Nepal kepada keluarga masing-masing korban. Pemerintah sementara, katanya, akan menanggung biaya perawatan bagi mereka yang terluka dan juga membantu mereka secara finansial.
BACA JUGA:Gen Z Nepal Perbaiki Fasilitas Umum Usai Gelar Aksi Demo Antikorupsi