Jangan-Jangan Kita Kena Doomscrolling?!
Doomscrolling-Pinterest-Pinterest
RADARTVNEWS.COM - Pernah nggak sih kamu niatnya cuma mau buka Instagram atau TikTok lima menit aja, eh tau-tau satu jam hilang gitu aja? Nah, itu bisa jadi kamu lagi kena yang namanya doomscrolling.
doomscrolling adalah kebiasaan scrolling terus-menerus di media sosial atau portal berita, biasanya isinya berita negatif, drama, konflik, atau hal-hal bikin cemas.
Kata “doom” sendiri artinya malapetaka atau kehancuran, jadi kebayang kan vibes-nya? Kita terus-terusan konsumsi konten yang bikin overthinking, tapi susah banget berhenti. Seperti ada dorongan, “Scroll lagi deh, siapa tau ada update baru.” Padahal makin dibaca, makin capek mentalnya, lho.
Fenomena ini makin sering terjadi sejak era media sosial dan berita real-time. Apalagi pas lagi banyak isu besar, entah soal ekonomi, bencana, konflik, atau gosip panas, rasanya pengen terus update biar nggak ketinggalan kan.
Tanpa sadar, otak kita dibombardir informasi negatif. Akibatnya? Mood jadi jelek, gampang cemas, susah tidur, bahkan bisa bikin kita ngerasa dunia ini serem banget.
Yang tricky, doomscrolling itu sering terasa produktif. Kita merasa lagi cari informasi. Padahal sebenarnya kita cuma terjebak di algoritma yang sengaja nampilin konten sensasional supaya kita betah lama-lama di aplikasi. Jadi bukan sepenuhnya salah kamu juga, sistemnya memang dirancang begitu.
Terus gimana dong cara ngatasinnya?
- Coba sadari dulu polanya. Biasanya kamu doomscrolling jam berapa? Malam sebelum tidur? Atau pas bangun pagi? Nah, dari situ kamu bisa mulai bikin batasan. Misalnya, nggak buka media sosial satu jam sebelum tidur. Percaya deh, kualitas tidur kamu bisa jauh lebih baik.
- Pasang timer. Kedengeran sepele, tapi efektif banget. Kasih waktu misalnya 15–20 menit buat scrolling. Kalau alarm bunyi, ya udah, stop. Disiplin di awal memang agak susah, tapi lama-lama jadi kebiasaan.
- Kurasi konten kamu. Unfollow atau mute akun yang isinya bikin stres terus. Ganti dengan akun yang lebih positif, edukatif, atau sesuai hobi kamu. Algoritma itu belajar dari kebiasaan kita, jadi kalau kamu sering interaksi sama konten yang lebih sehat, feed kamu juga ikut berubah.
- Alihkan dengan aktivitas offline. Baca buku, olahraga ringan, bermain dengan hewan peliharaan, atau sekadar ngobrol sama orang rumah. Kadang kita scrolling cuma karena bosan, bukan karena butuh informasi. Jadi cari kegiatan pengganti yang bikin otak tetap aktif tapi nggak over-stimulated.
- Ingat kalau kamu nggak harus tahu semua hal secara real-time. Dunia tetap berjalan meski kamu nggak update tiap menit. Kesehatan mental kamu jauh lebih penting daripada jadi orang paling up-to-date.
Jadi, mulai sekarang coba tanya ke diri sendiri, kamu lagi cari informasi, atau cuma lagi terjebak doomscrolling? Yuk, lebih bijak pakai media sosial. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: