Sinopsis Drama Korea Bloody Flower 2026, Kisah Dokter Jenius yang Ternyata Pembunuh Berantai
poster drama korea Bloody Flower 2026-pinterest-
Sinopsis Bloody Flower, Drama Korea Thriller yang Bikin Tegang dan Penuh Misteri
RADARTVNEWS.COM - Drama Korea terbaru Bloody Flower hadir dengan cerita gelap yang penuh tekanan psikologis.
Sejak episode pertama, suasananya sudah terasa berat, walau terkesan membosankan di awal, penonton tetap dibuat tegang dengan scene-scene gelap.
Tokoh utama dalam drama ini adalah Lee Woo-gyeom. Ia dikenal sebagai dokter jenius. Kemampuannya di bidang medis sangat luar biasa.
Banyak pasien percaya padanya. Rekan kerja menghormatinya. Wajahnya selalu tenang, cara bicaranya lembut, tidak terlihat sisi mencurigakan.
Semua berubah ketika identitas aslinya terungkap. Lee Woo-gyeom ternyata pembunuh berantai.
Ia tidak membunuh tanpa alasan. Di pikirannya, semua tindakan itu adalah bagian dari eksperimen medis. Ia ingin menemukan metode penyembuhan baru.
Ia ingin menaklukkan penyakit yang selama ini dianggap mustahil untuk disembuhkan.
Ia percaya pengorbanan beberapa nyawa dapat menyelamatkan lebih banyak orang di masa depan.
Pandangan itu membuat penonton bertanya. Apakah ia seorang monster? Atau ia hanya manusia yang tersesat oleh ambisi?
Kasusnya masuk ke pengadilan. Seorang pengacara ditunjuk untuk membelanya. Situasinya rumit. Pengacara itu memiliki anak yang sedang sakit. Nyawa anaknya bergantung pada keputusan besar yang ia ambil. Ia terjebak di antara tanggung jawab hukum dan rasa takut kehilangan keluarga.
Di sisi lain, ada seorang jaksa perempuan yang sangat tegas. Ia percaya hukum harus ditegakkan tanpa kompromi. Baginya, alasan apa pun tidak bisa membenarkan pembunuhan. Ia berusaha membuktikan bahwa Woo-gyeom adalah ancaman berbahaya.
Persidangan menjadi pusat ketegangan. Dialog terasa tajam, tatapan antar karakter penuh tekanan.
Setiap episode membuka lapisan baru dari masa lalu Woo-gyeom. Ada trauma, ada ambisi yang tumbuh sejak lama.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: