Tips Sederhana Menstabilkan Jantung Berdebar Ketika Berlari

Kamis 21-08-2025,15:21 WIB
Reporter : MG 06 Abdul Rohman
Editor : Hendarto Setiawan

BANDARLAMPUNG, RADARTVNEWS. COM - Berlari adalah olahraga yang sederhana, murah, dan penuh manfaat. Meski begitu, banyak orang merasakan jantung berdebar kencang saat melakukan aktivitas ini. Kondisi tersebut sebenarnya normal karena tubuh bekerja lebih keras untuk memompa darah dan oksigen. Namun, jika terlalu berlebihan, tentu bisa membuat tubuh terasa tidak nyaman bahkan mengganggu performa.

BACA JUGA:Tips and Trik untuk Warga Lampung: Mulai Lari dengan Cara Sederhana dan Sehat

Detak jantung yang terlalu cepat bisa dipicu oleh banyak hal, mulai dari intensitas lari yang tinggi, kurangnya asupan cairan, hingga faktor gaya hidup seperti konsumsi kafein atau stres. Karena itu, penting bagi pelari pemula maupun berpengalaman untuk mengetahui cara sederhana menjaga ritme jantung tetap stabil.

Mengendalikan jantung yang berdetak kencang saat berlari tidak hanya membantu menjaga stamina, tapi juga mencegah risiko cedera dan gangguan kesehatan. Dengan teknik yang tepat, tubuh akan lebih cepat beradaptasi terhadap aktivitas fisik sehingga lari terasa lebih aman dan nyaman.

BACA JUGA:Langkah Lebar atau Langkah Cepat, Mana yang Lebih Baik Saat Lari

Kabar baiknya, ada beberapa cara praktis yang bisa langsung diterapkan untuk mengurangi jantung berdebar saat berlari. Berikut langkah-langkah sederhana yang efektif menjaga irama jantung agar tetap terkendali.

1. Latih Teknik Pernapasan

Bernapas dengan pola yang teratur akan membantu menenangkan detak jantung. Gunakan ritme pernapasan seperti menarik napas lewat hidung dalam beberapa langkah lalu menghembuskan melalui mulut. Cara ini memberi sinyal ke tubuh untuk menurunkan intensitas kerja jantung.

2. Cukupi Kebutuhan Cairan

Dehidrasi membuat jantung harus bekerja lebih keras untuk mengalirkan darah. Pastikan tubuh mendapat cukup cairan dengan minum air sebelum, selama, dan setelah berlari agar aliran darah tetap lancar.

BACA JUGA:2 Pelari Nasional Bersinar di Titan Run 2025

3. Kurangi Kecepatan Lari

Jika merasa jantung berdetak terlalu kencang, coba turunkan kecepatan lari. Bisa juga beralih ke jalan cepat sebentar sebelum kembali berlari. Dengan begitu, tubuh punya waktu untuk menyesuaikan diri.

4. Lari Secara Bertahap

Hindari langsung memaksakan jarak atau tempo tinggi. Biasakan tubuh beradaptasi dengan intensitas yang ringan terlebih dahulu, lalu tingkatkan sedikit demi sedikit secara konsisten.

5. Hindari Kafein Sebelum Berlari

Kopi atau minuman berkafein bisa memicu jantung berdebar lebih cepat. Jika ingin lari dengan kondisi tubuh yang lebih tenang, sebaiknya hindari konsumsi kafein sebelum beraktivitas.

6. Redakan Stres dan Kecemasan

Kondisi mental yang tegang juga berpengaruh pada detak jantung. Lakukan relaksasi, meditasi, atau pernapasan dalam sebelum mulai berlari untuk membuat tubuh lebih siap.

7. Tambahkan Latihan Kekuatan

Selain berlari, lakukan latihan beban atau bodyweight exercise seperti push-up, squat, atau plank. Otot yang kuat akan mendukung kerja jantung lebih efisien saat lari.

Mengendalikan detak jantung saat berlari bukanlah hal yang sulit jika dilakukan dengan cara yang tepat. Dengan pernapasan yang benar, hidrasi cukup, pengaturan kecepatan, serta gaya hidup yang mendukung, tubuh akan lebih mudah menjaga ritme jantung tetap stabil.

BACA JUGA:Target Kilometer: Panduan Agar Lari Lebih Terarah

Ingatlah, olahraga harus membawa manfaat positif, bukan membuat tubuh tertekan. Jadi, jalani lari dengan santai, dengarkan sinyal tubuh, dan terapkan tips di atas agar aktivitas berlari terasa lebih sehat, nyaman, dan menyenangkan.

BACA JUGA:Review Lengkap Nike Pegasus 40

Kategori :