Manuver Singkat yang Berujung Panjang di Ruang IGD
Petugas Kepolisian dari Sat Lantas Pringsewu sedang melakukan olah TKP-Foto : Ist-
PRINGSEWU, RADARTVNEWS.COM - Jalan Lintas Barat di Pekon Panutan, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten PRINGSEWU, tampak seperti biasa, Siang itu (17/1/2026). Kendaraan lalu lalang, sebagian pengendara terburu waktu, sebagian lain melaju santai. Tak ada yang menyangka, dalam hitungan detik, sebuah keputusan singkat di balik kemudi akan mengubah hari, bahkan mungkin hidup beberapa orang.
Sebuah mobil Toyota Calya putih bernomor polisi A 1244 FII melaju dari arah Pringsewu menuju Pagelaran. Di balik setir, AF (16), seorang pelajar asal Pekon Lugusari, mencoba menyalip kendaraan di depannya.
Jalan lurus seolah memberi celah. Namun dari arah berlawanan, dua sepeda motor melaju hampir bersamaan: Honda Beat hitam BE 2944 AAM dan Yamaha Mio putih tanpa nomor polisi.
Tabrakan Tak Terhindarkan
Benturan keras memecah rutinitas siang itu. Toyota Calya ringsek di bagian depan dan samping kanan. Honda Beat hancur di bagian depan, sementara Yamaha Mio terhempas dengan sejumlah lecet di bodinya. Di aspal panas Pekon Panutan, tiga orang terkapar menahan sakit.
Mereka adalah Rivan Khoiruloh (18), pengendara Honda Beat, bersama dua penumpangnya, Dwi Ningsih (29) dan Meysa (13), seluruhnya warga Pekon Genah Ripah. Ketiganya mengalami patah tulang di kaki kanan. Warga sekitar yang menyaksikan kejadian segera memberi pertolongan, sebelum ambulans membawa mereka ke RSUD Pringsewu.
BACA JUGA:Kantor Pertanahan Pringsewu Bagikan 80 Sertipikat PTSL di Pekon Pare Rejo
BACA JUGA:Gandeng Menaker Yassierli, IJTI Siapkan Jurnalis Mandiri Hadapi Gempuran Era Digital
“Mobil Toyota Calya berusaha menyalip kendaraan di depannya. Saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju dua sepeda motor,” ujar Kasat Lantas Polres Pringsewu, Iptu I Kadek Gunawan, mewakili Kapolres AKBP M. Yunnus Saputra.
Pengendara Yamaha Mio hingga kini belum diketahui identitasnya. Menurut warga, ia hanya mengalami luka ringan dan memilih pulang setelah kejadian. Sementara AF, sang pengemudi mobil, selamat tanpa luka fisik, meski mungkin tak tanpa beban psikologis.
Unit Gakkum Satlantas Polres Pringsewu telah mengevakuasi seluruh kendaraan dan mengamankan perkara untuk penyelidikan lebih lanjut. Polisi masih mendalami kemungkinan pelanggaran lalu lintas yang menjadi penyebab utama kecelakaan.
Di balik angka dan kronologi, kecelakaan ini kembali menyisakan pelajaran lama yang kerap terulang, dimana satu manuver tergesa dapat berujung pada penderitaan panjang. Jalan lintas yang ramai, jarak pandang yang terbatas, dan keinginan mendahului sering kali menjadi kombinasi berbahaya.
Kasat Lantas pun mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada dan disiplin berlalu lintas. “Keselamatan bukan hanya soal sampai tujuan, tapi bagaimana kita menjaga nyawa baik milik sendiri dan orang lain,” ujarnya.
Di Jalan Lintas Barat Pekon Panutan, Sabtu itu meninggalkan jejak lebih dari sekadar bekas rem dan serpihan bodi kendaraan. Ia meninggalkan kisah tentang kehati-hatian yang terlambat, dan harga mahal dari sebuah keputusan singkat. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
