Ini Penyebab Rasa Sakit saat Gigi Bungsu sedang Tumbuh

Ini Penyebab Rasa Sakit saat Gigi Bungsu sedang Tumbuh

ilkustrasi gigi bungsu -printerst-

RADARTVNEWS.COM - Kehadiran rasa sakit saat gigi bungsu muncul adalah pengalaman yang umum dirasakan hampir semua orang saat menjalani perawatan gigi. Ketika kita mencapai akhir masa remaja hingga dewasa muda, banyak dari kita mulai merasakan rasa tidak nyaman, tekanan, sampai pembengkakan pada gusi di bagian belakang mulut.

Namun, apa yang membuat tahap pertumbuhan alami ini terasa begitu menyakitkan dan mengganggu aktivitas sehari-hari?

Penyebab utama fenomena ini adalah kurangnya ruang di rahang. Manusia modern memiliki rahang yang jauh lebih kecil dibanding nenek moyang kita. Dengan demikian, ketika gigi geraham ketiga atau gigi bungsu mencoba muncul sebagai gigi terakhir, ruang di dalam mulut sudah sepenuhnya terisi oleh gigi-gigi lainnya.

Karena tidak menemukan tempat yang sesuai, gigi bungsu sering tumbuh dalam posisi yang salah, sering miring ke depan, menekan gigi sebelahnya, atau bahkan terbenam secara horizontal di dalam tulang rahang. Kondisi ini dikenal dalam dunia kedokteran sebagai impaksi gigi.

Ketika gigi bungsu tumbuh dalam posisi miring, gigi tersebut akan terus menekan gigi geraham yang berada di depannya. Tekanan yang tidak pernah berhenti pada akar gigi yang bersebelahan dan jaringan tulang rahanglah yang menyebabkan timbulnya rasa sakit yang tajam, berkelanjutan, dan berdenyut.

Selain faktor tekanan fisik, rasa sakit yang hebat ini juga disebabkan oleh infeksi pada jaringan gusi yang dikenal sebagai perikoronitis. Saat gigi bungsu baru muncul sedikit ke permukaan, akan terbentuk lipatan gusi yang menutupi sebagian dari mahkota gigi tersebut.

Ruang sempit di bawah gusi tersebut menjadi tempat yang sangat ideal bagi sisa makanan dan plak bakteri untuk terperangkap. Dengan berada di bagian belakang mulut, area ini sulit dibersihkan dengan baik.

Bakteri yang terjebak di area ini akhirnya menyebabkan peradangan yang parah. Gusi akan membengkak, terlihat kemerahan, terasa sangat nyeri saat mengunyah, dan bahkan dapat menyebabkan ketidakmampuan untuk membuka mulut serta demam.

Rasa nyeri akibat gigi bungsu ini juga memiliki karakter menjalar. Saraf-saraf di sekitar rahang saling berhubungan dengan bagian-bagian lain dari wajah.

Oleh karena itu, tidak jarang jika sakit yang disebabkan oleh gigi bungsu diikuti dengan keluhan sakit kepala, nyeri leher, hingga ketidaknyamanan pada telinga.

Jika nyeri di gusi bagian belakang terus berulang atau menyebabkan pembengkakan pada daerah pipi, segera hubungi dokter gigi.

Dokter sering merekomendasikan untuk melakukan foto rontgen guna mengecek posisi akurat dari akar gigi di bawah gusi.

Jika ditemukan bahwa posisinya mengalami impaksi dan berisiko merusak gigi di sekitarnya, solusi terbaik dan paling permanen adalah prosedur bedah mulut minor yang dikenal sebagai odontektomi.

Tindakan pencabutan ini bertujuan untuk mengatasi sumber tekanan, mencegah kerusakan pada gigi di sekitarnya, serta menghentikan infeksi yang dapat kembali parah di masa depan.(*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: