Indonesia Absen di Olimpiade Musim Dingin 2026, Ini Alasannya!

Indonesia Absen di Olimpiade Musim Dingin 2026, Ini Alasannya!

ilustrasi-Foto : Ist-

RADARTVNEWS.COM - Sorotan olahraga dunia kembali mengarah ke Olimpiade Musim Dingin 2026 yang akan digelar di Milano dan Cortina d’Ampezzo, Italia. Ajang empat tahunan ini bukan sekadar perayaan olahraga es dan salju, tetapi juga panggung pembuktian bahwa Olimpiade Musim Dingin kini semakin inklusif—bahkan bagi negara-negara beriklim tropis.

Namun, di tengah meningkatnya partisipasi negara-negara Asia Tenggara, Indonesia dipastikan absen pada edisi kali ini.

Komite Olimpiade Indonesia (KOI) menjelaskan bahwa ketatnya standar kualifikasi poin internasional menjadi hambatan utama. Selain itu, keterbatasan fasilitas latihan berbasis salju di dalam negeri turut memengaruhi kesiapan atlet nasional untuk bersaing di level tertinggi.

Meski demikian, absennya Indonesia bukan berarti tanpa langkah lanjutan. Pemerintah tengah mengkaji program beasiswa latihan di luar negeri bagi atlet potensial sebagai bagian dari persiapan jangka panjang menuju Olimpiade Musim Dingin 2030.

Negara Tropis Makin Diakui

Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC), Thomas Bach, memberikan apresiasi terhadap meningkatnya keikutsertaan negara-negara tropis dalam Olimpiade Musim Dingin 2026.

“Melihat atlet dari negara-negara tropis seperti Filipina dan Vietnam berkompetisi di sini adalah bukti bahwa semangat Olimpiade tidak mengenal batas iklim,” ujar Bach dalam keterangan resminya, Kamis (5/2/2026).

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Olimpiade Musim Dingin tak lagi menjadi milik eksklusif negara bersalju, melainkan panggung global yang terbuka bagi siapa pun.

BACA JUGA:Manfaat Stretching Ringan Sebelum Tidur untuk Tubuh dan Pikiran

ASEAN Tunjukkan Daya Saing

Kawasan Asia Tenggara kembali mencuri perhatian. Sejumlah negara ASEAN memastikan keikutsertaan atlet mereka di Milano Cortina 2026, menandai meningkatnya akses terhadap fasilitas latihan internasional dan sistem kualifikasi global.

Filipina dan Thailand tercatat sebagai negara ASEAN dengan jumlah atlet terbanyak.

Filipina menjadi sorotan lewat Tallulah Proulx, atlet ski alpen berusia 17 tahun yang mencatatkan sejarah sebagai Olympian musim dingin termuda yang pernah dimiliki negaranya. Ia akan berlaga bersama Francis Ceccarelli, juga di cabang ski alpen.

Sementara itu, Thailand mempertahankan konsistensinya di cabang ski lintas alam melalui duet bersaudara Mark Chanloung dan Karen Chanloung, serta menambah kekuatan di ski alpen lewat Fabian Wiest.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: