Pentingnya Kemampuan Computational Thinking di Era Transformasi Digital

Pentingnya Kemampuan Computational Thinking di Era Transformasi Digital

ilustrasi berfikir-foto:pinterest-

RADARTVNEWS.COM - Di tengah laju perkembangan teknologi yang semakin cepat, manusia tidak lagi cukup hanya menjadi pengguna perangkat digital. Era transformasi digital menuntut setiap individu untuk mampu berpikir kritis, sistematis, dan solutif dalam menghadapi berbagai persoalan yang semakin kompleks. Di sinilah Computational Thinking (CT) atau berpikir komputasional memegang peran penting sebagai salah satu skill masa depan yang wajib dimiliki.

Computational Thinking bukan sekadar kemampuan teknis untuk menulis kode atau memahami bahasa pemrograman. Lebih dari itu, CT adalah cara berpikir yang meniru pola kerja ilmuwan komputer dalam memecahkan masalah: logis, terstruktur, dan efisien. Pendekatan ini membantu manusia menjembatani ide-ide kreatif dengan solusi berbasis teknologi, sekaligus dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk oleh mereka yang berlatar belakang non-IT.

Di era transformasi digital, kemampuan berpikir komputasional menjadi fondasi penting dalam berbagai bidang—mulai dari pendidikan, bisnis, manajemen, hingga pengambilan keputusan strategis. Dengan CT, seseorang dapat menganalisis masalah secara menyeluruh, menyederhanakan persoalan yang rumit, dan menghasilkan solusi yang tepat sasaran.

Empat Pilar Utama dalam Computational Thinking:

Berpikir komputasional dibangun di atas empat pilar utama yang saling berkaitan dan membentuk satu kesatuan proses pemecahan masalah.

1. Dekomposisi

Dekomposisi adalah kemampuan memecah masalah besar dan kompleks menjadi bagian-bagian kecil yang lebih sederhana dan mudah dikelola. Dalam dunia nyata, dekomposisi dapat diterapkan, misalnya, dalam manajemen bisnis ketika sebuah perusahaan menghadapi penurunan kinerja. Masalah tersebut dapat diurai menjadi aspek pemasaran, operasional, keuangan, dan sumber daya manusia, sehingga solusi dapat dirancang secara lebih terarah.

2. Pengenalan Pola

Setelah masalah dipecah, langkah berikutnya adalah mengenali pola. Pengenalan pola membantu seseorang menemukan kesamaan atau tren dari berbagai situasi yang pernah terjadi sebelumnya. Dengan mengenali pola, solusi yang pernah berhasil dapat digunakan kembali atau dimodifikasi sesuai konteks. Kemampuan ini sangat berguna dalam pengambilan keputusan, analisis data, hingga perencanaan strategi jangka panjang.

BACA JUGA:Perplexity AI, Inovasi Teknologi yang Mampu Menjawab Pertanyaan Lebih Spesifik

3. Abstraksi

Abstraksi mengajarkan kita untuk fokus pada informasi yang paling penting dan mengesampingkan detail yang tidak relevan. Dalam dunia yang dipenuhi data dan informasi, kemampuan abstraksi menjadi krusial agar seseorang tidak tenggelam dalam detail teknis yang justru menghambat proses berpikir. Dengan abstraksi, inti masalah dapat terlihat lebih jelas dan solusi dapat dirancang secara lebih efektif.

4. Algoritma

Pilar terakhir adalah algoritma, yaitu penyusunan langkah-langkah logis dan berurutan untuk menyelesaikan masalah. Algoritma tidak selalu berbentuk kode komputer. Dalam kehidupan sehari-hari, algoritma dapat berupa prosedur kerja, alur pengambilan keputusan, atau strategi penyelesaian tugas yang sistematis dan efisien.

Computational Thinking sebagai Bekal Masa Depan

Kemampuan berpikir komputasional semakin relevan seiring dengan meningkatnya penggunaan teknologi digital di berbagai sektor. Tidak hanya bagi pelajar atau profesional IT, CT juga memberikan manfaat besar bagi pekerja non-IT, pelaku usaha, pendidik, hingga pengambil kebijakan. Dengan CT, seseorang dapat berpikir lebih terstruktur, adaptif, dan siap menghadapi tantangan di era digital.

Oleh karena itu, computational thinking perlu diperkenalkan dan diajarkan sejak dini sebagai bagian dari literasi digital. Dengan mengasah logika pemrograman dan pola pikir komputasional dalam kehidupan sehari-hari, generasi masa depan akan lebih siap menghadapi perubahan teknologi yang terus berkembang dan memanfaatkannya untuk menciptakan solusi yang inovatif dan berkelanjutan.

BACA JUGA:Manfaat Positive Thinking dalam Meningkatkan Kesehatan Mental dan Kualitas Hidup

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: