Organisasi Islam Indonesia, Muhammadiyah, Masuk 5 Besar Lembaga Agama Terkaya Dunia
Ilustrasi --ISTIMEWA
RADARTVNEWS.COM – Berdasarkan data terbaru dari Seasia Stats pada Oktober 2025, Muhammadiyah berhasil masuk dalam daftar 10 organisasi agama terkaya di dunia, menempati posisi keempat dengan total kekayaan ditaksir mencapai Rp462 triliun.
Pencapaian ini menempatkan Muhammadiyah sejajar dengan berbagai organisasi keagamaan besar dunia seperti The Church of Jesus Christ dari Amerika Serikat, Catholic Church Germany, dan Tirumala Tirupati dari India. Dalam daftar tersebut, Muhammadiyah juga tercatat sebagai satu-satunya organisasi dari negara berkembang yang berhasil masuk ke dalam peringkat elit tersebut.
Menurut laporan Seasia Stats, kekayaan Muhammadiyah berasal dari berbagai aset produktif di sektor pendidikan, kesehatan, sosial, dan ekonomi umat. Hingga saat ini, organisasi yang berdiri sejak 18 November 1912 di Yogyakarta itu mengelola lebih dari 5.000 sekolah dan madrasah, 176 perguruan tinggi, serta ratusan rumah sakit dan klinik di seluruh Indonesia.
BACA JUGA:PP Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H pada 18 Februari 2026
Selain itu, Muhammadiyah juga memiliki berbagai unit usaha dan amal usaha di bidang keuangan syariah, perdagangan, hingga teknologi informasi yang menjadi sumber penguatan ekonomi organisasi.
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, dalam beberapa kesempatan menegaskan bahwa keberhasilan Muhammadiyah bukan semata soal akumulasi kekayaan, tetapi lebih kepada penguatan kemandirian ekonomi umat dan pemberdayaan masyarakat.
Dalam daftar organisasi agama terkaya dunia versi Seasia Stats, posisi teratas ditempati The Church of Jesus Christ (Kristen) dengan kekayaan mencapai Rp4.387 triliun, disusul Catholic Church Germany yang kekayaannya diperkirakan antara Rp782 triliun hingga Rp4.398 triliun. Sementara di posisi ketiga ada Tirumala Tirupati (Hindu) dengan kekayaan sekitar Rp515 triliun.
BACA JUGA:Mau Hidup Berkah? Ini 8 Jalan Rezeki yang Disebut dalam Al-Qur’an
Masuknya Muhammadiyah dalam daftar tersebut menjadi cerminan kekuatan lembaga keagamaan Indonesia yang mampu berkembang secara modern, profesional, dan mandiri tanpa meninggalkan nilai-nilai dakwah dan sosial.
Selain menjadi tonggak kebanggaan umat Islam Indonesia, pencapaian ini juga menunjukkan bahwa organisasi berbasis keagamaan dapat menjadi motor ekonomi dan sosial yang kuat bila dikelola dengan prinsip transparansi dan kebermanfaatan bagi masyarakat luas.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: