BANNER HEADER DISWAY HD

Mengapa Konsumsi Tepung Berlebihan Bisa Membahayakan Tubuh?

Mengapa Konsumsi Tepung Berlebihan Bisa Membahayakan Tubuh?

Ilustrasi--Pinterest

RADARTVNEWS.COM - Tepung, khususnya tepung terigu olahan, merupakan bahan makanan yang sangat sering digunakan dalam berbagai produk seperti roti, kue, mie, dan gorengan. Meski populer, konsumsi tepung secara berlebihan dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan. Hal ini karena sebagian besar tepung olahan telah melalui proses penggilingan yang menghilangkan serat, vitamin, dan mineral penting sehingga kandungan gizinya berkurang.

Salah satu bahaya utama konsumsi tepung olahan adalah meningkatnya kadar gula darah. Tepung putih memiliki indeks glikemik tinggi yang membuat tubuh lebih cepat menyerap gula. Akibatnya, kadar gula darah melonjak drastis dan memicu risiko penyakit seperti diabetes tipe 2. Tidak hanya itu, kadar gula yang tidak stabil juga dapat menyebabkan rasa lapar berlebih sehingga seseorang lebih rentan mengalami kenaikan berat badan.

Selain itu, tepung olahan juga berkontribusi terhadap masalah kesehatan jantung. Kandungan karbohidrat sederhana di dalamnya dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan menurunkan kolesterol baik (HDL). Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi mempercepat terbentuknya plak di pembuluh darah yang berisiko menimbulkan penyakit kardiovaskular.

BACA JUGA:Terlalu Manis Berujung Tragis: Bahaya Gula bagi Kesehatan Tubuh

Gangguan pencernaan juga menjadi masalah lain yang sering dialami akibat konsumsi tepung berlebihan. Karena kandungan seratnya rendah, sistem pencernaan menjadi kurang optimal dan dapat menyebabkan sembelit. Bagi sebagian orang, terutama mereka yang memiliki intoleransi gluten, tepung berbahan dasar gandum dapat menimbulkan gejala seperti kembung, sakit perut, dan diare.

Dampak buruk tepung tidak hanya terbatas pada aspek fisik, tetapi juga dapat memengaruhi energi dan konsentrasi. Pola makan tinggi tepung olahan sering menimbulkan rasa lelah, mengantuk, serta kesulitan fokus dalam jangka waktu lama. Oleh karena itu, penting untuk mulai membatasi konsumsi makanan berbahan dasar tepung olahan serta menggantinya dengan sumber karbohidrat yang lebih sehat.

Untuk mengurangi risiko tersebut, masyarakat dianjurkan untuk lebih selektif dalam memilih bahan makanan. Alternatif yang lebih sehat antara lain tepung gandum utuh, tepung oat, atau tepung berbahan kacang-kacangan yang lebih kaya akan serat dan nutrisi. Dengan pengolahan yang tepat serta konsumsi dalam jumlah wajar, dampak negatif tepung bagi kesehatan dapat diminimalisir.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: