Rutan Sukadana Panik, Minta Bantuan Polres Lampung Timur Usai Napi Tak Kunjung Kembali Selama 3 Pekan

Rutan Sukadana Panik, Minta Bantuan Polres Lampung Timur Usai Napi Tak Kunjung Kembali Selama 3 Pekan

DPO : Bayu Wicaksono, napi narkoba dengan hukuman 14 tahun berhasil kelabui petugas Rutan Sukadana.-kanwil kemenkumham-

"Kami dapat informasi seperti itu dari Rutan Sukadana terkait adanya narapidana yang melarikan diri, informasi awal itu peristiwanya ditanggal 21 April," kata Kusnali. 

Menurut Kusnali, pihaknya telah menindaklanjuti laporan tersebut dengan melibatkan tim pusat. Pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan oleh tim dari Ditjen Kemenkumham.

"Kami sudah tindaklanjuti laporan itu, bahkan tim dari pusat (Ditjen) pun sudah datang dan mendalami kasus itu. Kami masih menunggu detail hasil pendalaman tim pusat, karena mereka baru dua hari disini," jelasnya.

Saat ditanya modus narapidana bisa kabur, Kusnali mengatakan, pihaknya masih mendalami hal tersebut.

Sehingga kepastian hasilnya seperti apa, itu yang akan kami sampaikan. Jangan sampai terlalu dini menyampaikan, takut keliru. Kami masih menunggu hasil pendalaman yang dilakukan tim," kata Kusnali.

Ia juga mengaku belum tahu persis apakah Bayu Wicaksono keluar atas izin kepala rutan.

Namun Kusnali mengatakan, timnya saat ini sedang mendalami penyebab napi bisa keluar tahanan.

Saat ini Kepala Rutan dan Kepala Pengamanan Rutan (KPR) Kelas II B Sukadana sedang berada di Kantor Kanwil Kemenkumham Lampung untuk memudahkan pemeriksaan.

Sebab, Kanwil dan Tim Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) sedang melakukan penyelidikan.

Ketika ditanya sanksi kepada petugas, Kusnali mengatakan, hal itu sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021.

"Jadi jika sudah jelas ada pelanggaran, maka akan dikenakan sanksi. Tapi kami harus tahu persis dulu tingkat kesalahannya," imbuhnya.

Oleh karena itu, ia mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan.

"Bila seandainya ada penyimpangan, tentu ada sanksi yang dikenakan. Untuk sanksinya sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku," tutur Kusnali.

Kusnali juga meminta pihak lapas dan rutan se-Lampung untuk melaksanakan tugas dan fungsi sesuai standar operasional prosedur (SOP) serta minta para petugas untuk waspada. (*)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: