Ternyata Kentut Wanita Lebih Menyengat Dari Pria, Ini Penyebab dan Cara Mengurangi Bau Gasnya

Ternyata Kentut Wanita Lebih Menyengat Dari Pria, Ini Penyebab dan Cara Mengurangi Bau Gasnya

ilustrasi-foto : pexels ebrart-

RADARTV - Yang kehilangan diam saja yang ribut justru orang lain, coba tebak apakah itu ?. Begitulah salah satu pertanyaan teka-teki yang sering diajukan terkait soal kentut.

Kentut adalah salah satu cara alami untuk membuang limbah pencernaan berupa gas yang berlebih dari dalam tubuh. Hal ini normal dialami setiap orang.

Kentut atau buang angin dalam bahasa medis disebut flatus. Peristiwa keluarnya gas dari tubuh ini bukan tanpa sebab. Munculnya gas dalam tubuh adalah akibat sejumlah udara yang tertelan dan dicerna bersama makanan dan minuman di dalam saluran pencernaan.

Selain nutrisi, proses pencernaan di dalam tubuh juga menghasilkan unsur seperti metana, hidrogen dan sulfur. Beberapa zat inilah yang menjadi salah satu sebab kentut berbau menyengat.

Bicara bau kentut, ternyata aromanya lebih menyengat saat dikeluarkan oleh wanita. Dikutip dari gridhealth, sebuah studi yang dilakukan seorang ahli gastroenterologi dan biofisika, Michael Levitt mengungkapkan, bahwa kentut wanita mengandung kadar sulfida hidrogen lebih besar (zat ini diketahui memiliki aroma yang kurang sedap seperti bau telur busuk). Ini disebabkan karena wanita memiliki kandungan sulfur yang lebih banyak dalam tubuh. Akibatnya kentut yang dikeluarkan wanita biasanya menjadi lebih berbau menyengat daripada pria.

Berikut beberapa penyebab kentut berbau menyengat serta cara mengatasinya yang radartv.disway.id rangkum dari berbagai sumber.

Umumnya, kentut berbau khas dari hasil proses fermentasi sisa makanan di dalam tubuh. Namun, kentut yang berbau menyengat bisa dipicu oleh beberapa penyebab berikut ini :

1.  Mengonsumsi makanan dengan kandungan serat dan sulfur yang tinggi secara berlebihan.

2. Mengonsumsi antibiotik dalam waktu yang lama. Selain membunuh kuman, mengonsumsi antibiotik dalam jangka waktu yang lama dapat membunuh bakteri baik lain yang juga dibutuhkan untuk mencerna makanan dan minuman. Akibatnya terjadi ketidakseimbangan bakteri pada sistem pencernaan.

3. Ketidakmampuan tubuh dalam mencerna laktosa (intoleransi laktosa). Ini adalah kondisi ketika tubuh kekurangan enzim lipase untuk memecah laktosa atau gula, terutama yang terkandung pada susu dan produk olahannya. Hal ini menyebabkan laktosa akan mengendap dan menghasilkan gas berlebih yang berbau tidak sedap.

4. Sembelit. 

5. Gangguan kesehatan pada usus, seperti polip dan kanker usus.

Berbagai cara bisa dilakukan untuk mengurangi bau busuk gas yang keluar dari tubuh, diantaranya :

1. Atur pola makan terutama dalam mengonsumsi makanan yang bersulfur tinggi, seperti bawang putih, kembang kol, brokoli, bawang bombay dan kacang-kacangan, telur serta daging.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: