Bantal Guling Ternyata Tidak Selalu Ada di Negara Tertentu, Ini Penjelasannya

Bantal Guling Ternyata Tidak Selalu Ada di Negara Tertentu, Ini Penjelasannya

ilustrasi-foto: pinterest-

RADARTVNEWS.COM - Bantal guling kerap dianggap sebagai perlengkapan tidur yang lazim ditemui, terutama di Indonesia. Kehadirannya di atas tempat tidur bahkan sudah menjadi kebiasaan turun-temurun bagi banyak keluarga. Namun, fakta menarik terungkap bahwa Bantal guling ternyata tidak selalu digunakan, bahkan nyaris tidak dikenal, di sejumlah negara lain.

Di Indonesia dan beberapa negara Asia Tenggara, bantal guling memiliki fungsi lebih dari sekadar pelengkap tidur. Selain digunakan untuk menopang tubuh, bantal guling juga memberi rasa nyaman dan aman saat beristirahat. Tidak sedikit orang yang mengaku sulit tidur tanpa memeluk bantal guling karena sudah terbiasa sejak kecil.

Berbeda dengan kebiasaan tersebut, di banyak negara Eropa dan Amerika, bantal guling bukanlah perlengkapan standar di kamar tidur. Masyarakat di sana umumnya hanya menggunakan bantal kepala dan selimut. Tempat tidur pun dirancang lebih sederhana, tanpa tambahan bantal panjang seperti yang umum ditemukan di Indonesia. Bagi sebagian orang asing, keberadaan bantal guling justru terasa asing dan dianggap tidak terlalu diperlukan.

Perbedaan ini tidak lepas dari faktor budaya dan iklim. Di negara-negara dengan suhu dingin, selimut tebal sudah cukup memberikan kehangatan dan kenyamanan saat tidur. Sementara itu, di wilayah beriklim tropis seperti Indonesia, bantal guling kerap dimanfaatkan untuk menopang tubuh agar tetap nyaman tanpa harus menggunakan selimut tebal yang terasa panas.

BACA JUGA:Rekomendasi Merek Bantal Leher Lokal yang Nyaman untuk Perjalanan dan Istirahat

Selain faktor iklim, kebiasaan tidur juga dipengaruhi oleh desain furnitur dan ruang tidur. Di beberapa negara, ukuran tempat tidur dan tata letak kamar dibuat lebih minimalis, sehingga penggunaan bantal tambahan dianggap tidak efisien. Hal ini berbeda dengan budaya tidur di Indonesia yang cenderung fleksibel dan mengutamakan kenyamanan personal.

Menariknya, ketika wisatawan asing menginap di hotel-hotel di Indonesia, keberadaan bantal guling sering kali menjadi pengalaman baru yang unik. Sebagian merasa terbantu dengan adanya bantal guling, sementara yang lain justru bingung mengenai fungsinya. Kondisi ini menunjukkan bahwa kebiasaan sederhana seperti penggunaan bantal guling dapat mencerminkan perbedaan budaya yang cukup signifikan.

Fenomena ini membuktikan bahwa perlengkapan tidur yang dianggap biasa di satu negara belum tentu menjadi kebutuhan di negara lain. Bantal guling bukan sekadar benda pelengkap, melainkan bagian dari kebiasaan dan identitas budaya masyarakat tertentu. Perbedaan tersebut sekaligus memperkaya cara pandang tentang bagaimana manusia di berbagai belahan dunia memaknai kenyamanan saat beristirahat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: