Ketika Cinta Harus Ikhlas: "Titik Nadir" Kahitna feat Mohitna Tahalea Jadi Suara Patah Hati Banyak Orang
Titik Nadir--istimewa
RADARTVNEWS.COM -Kahitna kembali hadir dengan karya yang menyentuh hati lewat single terbaru mereka berjudul “Titik Nadir”, berkolaborasi dengan penyanyi bersuara lembut, Monita Tahalea. Lagu yang dirilis pada 24 Juni 2025 ini langsung mencuri perhatian publik. Bukan hanya karena nama besar Kahitna yang dikenal piawai membalut lirik romantis dengan aransemen manis, tetapi juga karena kisah yang diangkat terasa begitu nyata dan dekat dengan kehidupan banyak orang.
“Titik Nadir” bercerita tentang fase paling rendah dalam perjalanan cinta, saat seseorang harus menyaksikan orang yang ia cintai menikah dengan orang lain. Liriknya menyingkap perasaan getir, mencintai sepenuh hati, namun takdir berkata lain. Gambaran itu terasa begitu jelas ketika bait demi bait menyebut tentang akad, pelaminan, hingga tatapan yang sempat bertemu di tengah momen sakral pernikahan. Situasi yang bagi sebagian orang terasa seperti luka yang tak pernah sembuh.
Fenomena ini bukan sekadar kisah dalam lagu. Di dunia nyata, banyak orang mengalami cerita serupa. Cinta yang dirawat bertahun-tahun, akhirnya kandas bukan karena hilangnya perasaan, melainkan karena keadaan, restu, atau pilihan hidup yang berbeda. Tak sedikit yang mengaku pernah hadir di pernikahan seseorang yang dulu begitu dicintai, bahkan masih menyimpan rasa yang dalam. Perasaan campur aduk antara bahagia melihat orang tersebut tersenyum, sekaligus hancur karena sadar dirinya bukan lagi yang berada di sisi.
BACA JUGA:Polisi Tetapkan Direktur Lokataru Delpedro Marhaen sebagai Tersangka Penghasutan Aksi Ricuh
Kahitna dan Monita berhasil mengemas pengalaman pahit ini dengan cara yang indah. Vokal Monita yang lembut berpadu dengan ciri khas aransemen Kahitna, menghadirkan atmosfer sendu yang membuat pendengar seolah ikut hanyut ke dalam cerita. Tak heran, banyak warganet di media sosial yang mengaku teringat pengalaman pribadi saat mendengarkan lagu ini. Ada yang bercerita tentang kisah cinta lama yang kandas, ada pula yang mengingat kembali perasaan tak berdaya karena harus merelakan orang tercinta memilih jalan hidup bersama orang lain.
Lebih dalam lagi, lagu ini juga menggambarkan realitas bahwa cinta tidak selalu berakhir dengan kebersamaan. Dalam kehidupan masyarakat, sering kali cinta harus berbenturan dengan faktor sosial, ekonomi, restu keluarga, bahkan pilihan karier. Pada titik itulah, banyak orang merasa mencapai “titik nadir” dalam hubungan: saat hati masih sama-sama mencinta, namun takdir tak mempertemukan.
Menariknya, lagu ini tidak hanya menghadirkan luka, tetapi juga pesan tentang keikhlasan. Meski penuh air mata, pada akhirnya tokoh dalam lagu mencoba untuk menerima kenyataan, meski dengan tertatih. Ikhlas bukan berarti berhenti mencinta, melainkan memilih jalan untuk tidak lagi menyakiti diri sendiri dengan kenangan yang sudah lewat.
Kehadiran “Titik Nadir” seolah menjadi ruang untuk orang-orang yang pernah gagal dalam cinta, memberi validasi bahwa perasaan mereka nyata dan sah untuk dirasakan. Lagu ini pun membuktikan konsistensi Kahitna dalam menghadirkan karya yang relevan lintas generasi, sekaligus menunjukkan bahwa musik bisa menjadi pengingat, penghibur, sekaligus tempat berlabuh bagi mereka yang sedang patah hati.
Di balik melodinya yang indah, “Titik Nadir” adalah potret manusiawi, bahwa cinta bisa jadi seindah mimpi, tetapi juga bisa berakhir di pelaminan orang lain. Dan di titik paling rendah itu, banyak hati akhirnya belajar bahwa merelakan adalah bentuk cinta yang paling dewasa.
BACA JUGA:Lakban di Wajah Arya Daru Peluru di Tubuh Zetro, Dugaan Pembunuhan atau Pesan Tertentu?
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
