BANNER HEADER DISWAY HD

Demo 25 Agustus Ricuh, DPR Janji Tampung Aspirasi di Tengah Sorotan Tunjangan Rp50 Juta

Demo 25 Agustus Ricuh, DPR Janji Tampung Aspirasi di Tengah Sorotan Tunjangan Rp50 Juta

Ilustrasi--ISTIMEWA

RADARTVNEWS.COM - Gelombang demonstrasi masyarakat sipil mengguncang kawasan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (25/8/2025). Aksi yang diberi tajuk “Revolusi Rakyat Indonesia” itu berlangsung ricuh setelah aparat kepolisian berusaha memukul mundur massa dengan water canon.

Meski begitu, ratusan orang yang terdiri dari mahasiswa, pelajar, hingga masyarakat umum tetap bertahan menyuarakan tuntutan mereka.

Unjuk rasa ini dipicu oleh mencuatnya isu kenaikan gaji dan tunjangan anggota DPR RI pasca-rapat tahunan MPR pada 15 Agustus lalu.

Publik geram setelah diketahui setiap anggota dewan mendapatkan tunjangan rumah sebesar Rp50 juta per bulan sebagai pengganti rumah dinas. Isu tersebut memantik kemarahan masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang kian sulit.BACA JUGA:Di Tengah Efisiensi Anggaran, DPR Nikmati Tunjangan Rumah Rp50 Juta

Dalam aksinya, massa menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya:

  1. Turunkan Prabowo-Gibran.
  2. Bubarkan Kabinet Merah-Putih.
  3. Bubarkan DPR RI.
  4. Gagalkan Proyek Penulisan Sejarah Indonesia.
  5. Seret, tangkap, dan adili Fadli Zon karena tidak mengakui adanya pemerkosaan massal pada tahun 1998.
  6. Tolak RKUHAP.
  7. Menuntut Transparansi Gaji Anggota DPR sebab Berasal dari Uang Rakyat.
  8. Batalkan Kebijakan Tunjangan Rumah Anggota DPR.
  9. Gagalkan Rencana Kenaikan Gaji Anggota DPR.

Di tengah sorotan publik, Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan bahwa pihaknya siap menampung semua masukan dari rakyat.

"Ya kami akan tetap menampung semua aspirasi, masukan dari masyarakat dan kami minta masukan dari semua masyarakat untuk membantu memperbaiki kinerja dari DPR untuk bisa sama-sama kita perbaiki dalam membangun bangsa dan negara," kata Puan usai menerima bintang kehormatan di Istana Kepresidenan.

Puan juga menyinggung soal pemasangan beton penghalang di depan gedung DPR yang sempat roboh ketika bentrokan terjadi. Menurutnya, sikap saling menghormati tetap diperlukan dalam menyampaikan pendapat.

"Ya mari kita sama-sama saling hormat menghormati dalam menyampaikan aspirasi. Kami juga di DPR akan menampung semua aspirasi dan tentu saja semua aspirasi itu akan kita sama-sama bicarakan untuk kita sama-sama perbaiki," ujarnya.

Senada dengan itu, Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad menekankan bahwa DPR menghormati hak masyarakat untuk berserikat dan berkumpul. Ia menegaskan pihaknya akan membuka ruang dialog dengan perwakilan massa.BACA JUGA:Gaji DPR RI Rp100 Juta/Bulan, Tunjangan Rumah Rp50 Juta & Komunikasi Rp15,5 Juta Jadi Sorotan Publik

"Kita akan terima dengan baik kita akan lakukan instrospeksi-instrospeksi ke dalam. Namun kami imbau kepada para yang masyarakat atau adik-adik yang menujukan apirasi ke DPR agar tertib dan melalui aturan yang berlaku," kata Dasco.

"Saya kebetulan di sini, kita sudah delegasikan kepada kawan-kawan yang standby di DPR pada hari ini," tambahnya.

Meski diwarnai ketegangan, hingga sore hari massa aksi masih bertahan. Sorotan publik kini tertuju pada janji DPR yang menyatakan siap menampung aspirasi masyarakat, di tengah kritik tajam soal transparansi gaji dan tunjangan wakil rakyat yang berasal dari uang rakyat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait