Camilan Wajib Sebelum dan Sesudah Lari: Kunci Performa dan Pemulihan Pelari
cemilan yang bikin kamu berenergi saat lari --Dokumentasi Pribadi
BANDARLAMPUNG, RADARTVNEWS. COM , 24 Juli 2025 – Lari bukan hanya soal kecepatan dan jarak. Di balik setiap langkah yang ringan dan napas yang stabil, ada satu elemen penting yang kadang dilupakan: asupan makanan ringan sebelum dan sesudah lari.
Meski sering dianggap sepele, camilan sehat justru bisa menjadi pembeda antara pelari yang cepat kelelahan dan yang tetap bertenaga hingga garis akhir.
Kebiasaan makan yang tepat sangat menentukan keberhasilan latihan, terutama jika pelari menjadikan aktivitas ini sebagai bagian dari rutinitas harian.
Tak sedikit pelari yang mengalami gangguan pencernaan atau bahkan cedera otot hanya karena salah memilih makanan sebelum atau sesudah lari. Padahal, makanan ringan yang tepat bisa memberi tubuh “bahan bakar” dan mempercepat proses pemulihan
BACA JUGA:Tips and Trik untuk Warga Lampung: Mulai Lari dengan Cara Sederhana dan Sehat
1. Sebelum Lari: Siapkan Energi Tanpa Bebani Perut
Camilan sebelum lari bertujuan memberikan tenaga yang cukup, tanpa membuat tubuh terasa berat atau kembung. Waktu terbaik mengonsumsinya adalah sekitar 30–60 menit sebelum berlari. Makanan ini harus mudah dicerna dan cukup memberikan energi untuk aktivitas aerobik sedang hingga tinggi
Pilihan ideal:
- Pisang: tinggi karbohidrat, cepat dicerna, kaya potasium yang menjaga fungsi otot.
- Roti tawar + madu/selai kacang: karbohidrat sebagai sumber energi dan lemak sehat sebagai penopang tenaga lebih tahan lama.
- Granola bar rendah serat: pilihan praktis dengan kandungan karbo dan sedikit protein.
- Air putih atau air kelapa: sangat penting untuk mencegah dehidrasi sejak awal.
Hindari konsumsi kopi saat perut kosong, makanan tinggi serat, susu, dan gorengan sebelum berlari. Kombinasi ini bisa menyebabkan kram, perut kembung, atau bahkan diare saat berlari.
BACA JUGA:Pahami Kategori Lari Berdasarkan Jaraknya: Mulai dari Lari Pendek hingga Ultra Marathon
2. Setelah Lari: Pulihkan Tubuh dengan Cerdas
Usai berlari, tubuh memasuki fase penting bernama recovery window — waktu di mana otot sangat terbuka menerima nutrisi. Nutrisi yang tepat setelah lari akan mempercepat pemulihan, mengisi kembali cadangan glikogen, serta membantu perbaikan jaringan otot.
Camilan yang direkomendasikan:
- Susu cokelat: terbukti secara ilmiah sebagai minuman pemulih dengan keseimbangan karbohidrat dan protein.
- Yogurt + buah segar: mengandung probiotik, vitamin, serta cairan alami untuk hidrasi.
- Telur rebus + roti gandum: sumber protein dan karbo kompleks yang tahan lama.
- Infused water atau air mineral**: membantu mengganti elektrolit yang hilang saat berkeringat.
Kenapa Ini Wajib?
- Konsumsi makanan yang benar sebelum dan sesudah lari akan:
- Meningkatkan performa dan daya tahan
- nghindari rasa lemas dan pusing saat lari
- Mempercepat proses pemulihan oto
- Menurunkan risiko cedera karena tubuh terlalu kelelahan
Bagi pelari yang sedang mengejar target jarak atau waktu tertentu, manajemen nutrisi adalah bagian dari strategi penting yang tak boleh diabaikan. Bahkan bagi pelari pemula, ini bisa menjadi kebiasaan baik yang memperpanjang umur aktivitas lari itu sendiri.
BACA JUGA:Apa Itu Marshal dalam Event Lari?
Penutup: Kecil Tapi Berdampak Besar
Camilan mungkin terdengar sepele. Namun dalam dunia lari, hal kecil seperti ini bisa menjadi pembeda antara pelari yang kuat dan yang cepat menyerah. Dengan pemilihan camilan yang cerdas, tubuh akan selalu dalam kondisi terbaik untuk melaju jauh dan cepat.
Mulailah memperhatikan apa yang kamu konsumsi sebelum dan setelah berlari. Jangan tunggu sampai lemas atau cedera baru sadar pentingnya pola makan. Jadilah pelari yang tidak hanya kuat di lintasan, tapi juga bijak di meja makan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
