Dampak Penggunaan Heels Terlalu Lama, Ini Penjelasannya!
ilustrasi penggunaan heels-pinterest-
RADARTVNEWS.COM - Sepatu heels atau hak tinggi sering menjadi pilihan untuk menunjang penampilan agar terlihat lebih percaya diri dan elegan. Banyak perempuan mengenakan heels saat bekerja, menghadiri acara formal, hingga kegiatan sehari-hari. Tidak sedikit pula yang merasa penampilannya kurang lengkap tanpa sepatu bertumit tinggi. Namun, penggunaan heels secara berlebihan ternyata bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan yang sering kali tidak disadari sejak awal.
Saat memakai heels, posisi tubuh secara alami mengalami perubahan. Berat badan tidak lagi tersebar merata di seluruh telapak kaki, melainkan cenderung bertumpu pada bagian depan kaki. Kondisi ini memberikan tekanan lebih besar pada jari dan telapak kaki. Jika digunakan dalam waktu lama dan terus-menerus, tekanan tersebut dapat memicu rasa nyeri, pegal, hingga sensasi panas pada area tertentu.
Salah satu dampak yang paling sering terjadi adalah nyeri pada tumit dan telapak kaki. Selain itu, penggunaan heels yang terlalu tinggi juga dapat meningkatkan risiko terkilir karena keseimbangan tubuh menjadi kurang stabil. Risiko jatuh pun lebih besar, terutama saat berjalan di permukaan yang tidak rata atau licin. Cedera ringan seperti keseleo bisa saja terjadi, bahkan dalam situasi yang terlihat aman.
Tidak hanya berdampak pada kaki, pemakaian heels dalam jangka panjang juga dapat memengaruhi postur tubuh. Ketika memakai hak tinggi, tubuh cenderung condong ke depan sehingga tulang belakang harus menyesuaikan posisi agar tetap seimbang. Dalam jangka waktu lama, kondisi ini dapat memberikan tekanan tambahan pada punggung bagian bawah. Akibatnya, muncul keluhan nyeri punggung, pinggang, hingga lutut yang terasa tidak nyaman saat beraktivitas.
Masalah lain yang dapat timbul adalah perubahan bentuk jari kaki, seperti jari yang menekuk atau munculnya benjolan di sekitar sendi jempol kaki. Kondisi ini sering dikaitkan dengan penggunaan sepatu yang sempit dan bertumit tinggi dalam waktu lama. Jika tidak ditangani, perubahan bentuk kaki bisa menjadi permanen dan memerlukan penanganan medis.
Meski demikian, bukan berarti heels tidak boleh digunakan sama sekali. Penggunaannya tetap bisa dilakukan selama memperhatikan kenyamanan dan durasi pemakaian. Memilih heels dengan tinggi yang tidak berlebihan, menggunakan ukuran yang sesuai, serta memilih desain yang memberikan ruang cukup bagi jari kaki dapat membantu mengurangi risiko cedera.
BACA JUGA:Telalu Lama Duduk, Waspadai Dampak Diam-Diam yang Mengintai Tubuh
Selain itu, melakukan peregangan kaki setelah memakai heels sangat dianjurkan agar otot tidak tegang. Memberi waktu istirahat pada kaki dengan mengganti sepatu datar setelah acara selesai juga dapat membantu menjaga kesehatan kaki. Jika memungkinkan, gunakan alas kaki yang lebih nyaman untuk aktivitas harian dan simpan heels untuk momen tertentu saja.
Penampilan memang penting dan dapat meningkatkan rasa percaya diri. Namun, kesehatan kaki dan tubuh tetap harus menjadi prioritas utama. Dengan penggunaan yang bijak dan tidak berlebihan, keseimbangan antara gaya dan kenyamanan tetap dapat terjaga dalam aktivitas sehari-hari. (*)
BACA JUGA:Bahaya Terlalu Sering Mewarnai Rambut, Waspada Dampaknya pada Kesehatan
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: