Presiden Prabowo Ingin Gunung Sampah Bantar Gebang Dimusnahkan dan Diubah Jadi Listrik
--ISTIMEWA
RADARTVNEWS.COM — Presiden Prabowo Subianto meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk turun tangan menangani penumpukan sampah di Tempat Pengolahan sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat.
BACA JUGA:Kuota Haji Indonesia 2026 Tak Berubah, Ini Rincian Biaya Terbarunya!
Langkah ini merupakan bagian dari inisiatif pemerintah untuk mengonversi sampah menjadi sumber energi listrik ramah lingkungan.
Dalam pernyataan yang dikutip dari akun ahquote di Instagram, Menteri PUPR Dody Hanggodo menjelaskan bahwa permasalahan sampah di Bantar Gebang telah berlangsung selama bertahun-tahun dan kini menjadi prioritas pemerintah pusat untuk ditangani secara menyeluruh.
Pemerintah berencana mempercepat implementasi program Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL), di mana sampah akan dibakar menggunakan teknologi insinerator modern untuk menghasilkan listrik.
“Penanganan sampah telah menjadi masalah lama yang kini diatasi melalui program PSEL, di mana sampah dibakar dan diubah menjadi listrik. Sementara itu, sisa material yang tidak bisa dibakar akan diolah menjadi bahan bakar gas atau kompos,” ujar Menteri Dody sebagaimana dikutip dari unggahan tersebut.
Selain itu, Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Dewi Chomistriana, menjelaskan bahwa pengelolaan TPST Bantar Gebang secara administratif memang menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Namun, Kementerian PUPR akan turut berkontribusi dalam penyediaan fasilitas pendukung berupa insinerator berteknologi tinggi, bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Ia menambahkan bahwa fasilitas di Bantar Gebang saat ini sudah cukup lengkap, mulai dari composting, landfill mining, hingga Refuse-Derived Fuel (RDF). Namun, volume sampah yang menumpuk selama bertahun-tahun telah mencapai jutaan ton, sehingga diperlukan percepatan langkah konversi menjadi energi untuk mencegah dampak lingkungan lebih parah.
Menurut data terakhir dari Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, total volume sampah yang ditimbun di Bantar Gebang telah melampaui 40 juta ton dengan rata-rata pasokan sekitar 7.500 ton per hari dari wilayah DKI Jakarta.
Bila program konversi sampah menjadi listrik berjalan sesuai rencana, proyek ini diharapkan dapat menghasilkan listrik hingga 38 megawatt untuk kawasan Bekasi dan sekitarnya.
Langkah Presiden Prabowo ini mendapat dukungan dari berbagai pihak yang menilai bahwa pengolahan sampah menjadi energi dapat menjadi solusi berkelanjutan terhadap krisis pengelolaan limbah di perkotaan.
Namun demikian, beberapa kalangan lingkungan hidup mengingatkan agar teknologi insinerator yang digunakan tetap memperhatikan aspek emisi dan kesehatan lingkungan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
