BANNER HEADER DISWAY HD

BMKG: Fenomena La Nina Berpotensi Timbulkan Curah Hujan Tinggi di Sejumlah Wilayah Indonesia Akhir Tahun Ini

BMKG: Fenomena La Nina Berpotensi Timbulkan Curah Hujan Tinggi di Sejumlah Wilayah Indonesia Akhir Tahun Ini

--istimewa

RADARTVNEWS.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa fenomena La Nina berpotensi terjadi di wilayah Indonesia pada akhir tahun ini. Fenomena iklim global tersebut diperkirakan akan membawa peningkatan curah hujan di sejumlah daerah, terutama di bagian barat dan tengah Indonesia.

Berasal dari Bahasa Spanyol, memiliki pengertian sebagai “gadis kecil”. La Nina adalah fenomena alam di mana suhu air laut di Samudera Pasifik menurun, sehingga berada di bawah rata-rata dari daerah sekitarnya. Pendinginan yang tidak biasa ini bahkan bisa terjadi hingga anomali suhu melebihi -0,5 derajat celcius.

Biasanya kejadian ini terjadi setiap 2 hingga 7 tahun sekali, tetapi tidak mustahil juga bisa terjadi secara berturut-turut. Umumnya, berlangsung dalam durasi selama beberapa bulan hingga 2 tahun. Menurut catatan yang ada, La Nina pernah terjadi selama 15 kali, yang jika dirata-ratakan, terjadi sekitar 6 tahun sekali.

BACA JUGA:Garuda Mengudara: Media Belanda Terkesima Lihat Kebangkitan Indonesia di Kancah Dunia”

BACA JUGA:Indonesia Tantang Raksasa Asia: Jadwal Padat, Semangat Garuda Tak Surut di Jalan Menuju Piala Dunia 2026

Menurut pantauan BMKG, awal musim hujan di Indonesia tidak terjadi dalam waktu bersamaan. Sebanyak 333 zona musim atau sekitar 47,6% di Indonesia diprediksi akan masuk musim hujan pada September hingga November 2025, sementara sebagian wilayah Sumatera dan Kalimantan diketahui telah memasuki musim hujan sebelum September 2025.

Selanjutnya, musim hujan akan meluas secara bertahap ke wilayah selatan dan timur, dengan sebagian besar daerah diprediksi mulai mengalami musim hujan pada September, Oktober, dan November 2025. Selain itu, kondisi akumulasi curah hujan pada musim hujan 2025/2026, umumnya diprediksi berada pada kategori normal yang menunjukkan tidak dalam kondisi yang lebih basah maupun lebih kering daripada biasanya.

Dengan prediksi kemunculan La Nina yang dikeluarkan BMKG, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan peningkatan curah hujan dan potensi bencana alam yang menyertainya. Pemerintah daerah diharapkan memperkuat langkah mitigasi, sementara masyarakat diminta untuk selalu mengikuti informasi cuaca terbaru dari BMKG agar dapat mengambil langkah antisipatif sedini mungkin. Kewaspadaan dan kesiapan bersama menjadi kunci utama dalam menghadapi fenomena iklim ini.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: