Pertemuan Empat Mata Jokowi dan Prabowo di Kertanegara Berlangsung Dua Jam, Publik Bertanya-Tanya Soal Agenda
Pertemuan Empat Mata Jokowi dan Prabowo di Kertanegara Berlangsung Dua Jam, Publik Bertanya-Tanya Soal Agenda Politik--ISTIMEWA
RADARTVNEWS.COM – Sabtu siang itu, Jakarta hanyalah kota metropolitan biasa yang dikepung panas terik. Lalu lintas di Kebayoran Baru mengalir tanpa hiruk-pikuk. Namun, di balik pagar tinggi Jalan Kertanegara IV, sebuah peristiwa senyap baru saja menggetarkan jantung politik nasional. Presiden Joko Widodo tak terjadual bertandang ke kediaman pribadi Presiden RI Prabowo Subianto.
Tak ada iring-iringan pengawal, tak ada flash kamera yang berlebihan. Namun, ketika kabar tersebar bahwa dua tokoh paling berpengaruh di negeri ini menggelar pertemuan empat mata selama hampir dua jam, gelombang spekulasi pun langsung membanjiri ruang publik.
Apa yang sesungguhnya “dibisikkan” oleh Mantan Presiden ke tujuh itu kepada Presiden yang melanjutkan tonggak estafet kepemimpinan dirinya? Transmisi kekuasaan macam apa yang sedang terjadi di balik pintu tertutup itu?
Pertemuan dimulai tepat pukul 13.00 WIB (4/10/2025), ini bukanlah pertemuan kabinet atau rapat resmi kenegaraan. Ini adalah momen pribadi yang sarat makna politik, Hanya Jokowi dan Prabowo yang hadir dalam ruangan itu. Tanpa menteri, tanpa penasihat, bahkan tanpa notulen. Hanya dua pemimpin yang berbagi sejarah lalu, kini dan masa depan bangsa.
“Iya betul, pertemuan berlangsung empat mata. Durasi sekitar hampir dua jam. Setelah itu Bapak (Jokowi) pamit karena ada agenda lain,” kata ajudan Jokowi, Kompol Syarif Muhammad Fitriansyah. Saat didesak, Syarif hanya menyebutnya "silaturahmi". Jawaban klise ini justru memicu tanya publik, mengapa dua kepala negara perlu mengunci diri selama 120 menit penuh hanya untuk sekadar 'bertegur sapa'?.
Tak banyak kisah politik di Indonesia yang sedinamis hubungan Jokowi dan Prabowo. Mereka adalah rival yang bertarung habis-habisan di Pilpres 2014 dan 2019. Mereka berdiri di kutub yang berseberangan. Namun, sejarah mencatat plot twist mengejutkan, Prabowo, yang dulunya oposisi paling keras, justru merapat dan menjabat Menteri Pertahanan di kabinet Jokowi.
BACA JUGA:Komdigi Wacanakan Balik Nama untuk Jual Beli HP Bekas, Mirip Transaksi Motor
Langkah ini disebut sebagai simbol rekonsiliasi nasional oleh sebagian pihak, dan kompromi politik paling cerdas oleh yang lain. Apapun tafsirnya, satu hal pasti, hubungan keduanya telah berubah menjadi ikatan politik yang tak terpisahkan. Kini, Prabowo yang telah menjabat sebagai Presiden ke-8 RI dan Jokowi yang sudah menuruni panggung kekuasaan. Tentunya publik penasaran pertemuan dua jam ini tak lagi bisa dilihat sebagai silaturahmi biasa, ini adalah penentuan arah.
Publik Indonesia selalu waspada, sebab dalam sejarah politik bangsa, hal-hal yang tidak diucapkanlah yang sering kali paling menentukan masa depan. Satu hal yang pasti, setelah pertemuan rahasia di Kertanegara, dinamika politik nasional tidak akan lagi sama dan publik, seperti biasa, hanya bisa menahan napas sambil menunggu babak selanjutnya.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Jokowi maupun Prabowo terkait isi pertemuan. Namun, publik menantikan apakah pertemuan dua tokoh tersebut akan berdampak pada dinamika politik nasional ke depan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
