Kondisi masker yang basah justru membuat partikel tersebut lebih mudah melekat dan menumpuk.
"Nempel bisa jadi kayak semen. Bayangkan kalau masker kita jadi padat, itu akan membuat sesak napas, udaranya nggak bisa masuk karena ada lapisan tebal yang seperti semen akibat debu nempel di masker yang basah tadi," ujarnya.
Sebelumnya, telah terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau yang menyebabkan sejumlah wilayah di Indonesia terdampak abu vulkanik.
Kondisi tersebut membuat masyarakat di wilayah terdampak perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap risiko gangguan kesehatan akibat menghirup abu vulkanik.
Paparan abu vulkanik dapat mengganggu saluran pernapasan, terlebih jika terhirup dalam jumlah banyak atau dalam waktu yang cukup lama.
Karena itu, masyarakat dianjurkan menggunakan masker sebagai salah satu langkah perlindungan saat beraktivitas di luar ruangan.