Imbas Erupsi Gunung Krakatau, Operasional Tujuh Bandara Ditutup Sementara
Bandara Soekarno-Hatta yang ditutup sementara akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau--cnbc indonesia
RADARTVNEWS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) serta kondisi laut sekitar Selat Sunda hingga Senin (7/9). Erupsi gunung api yang terjadi sejak Jumat (4/9) malam ini berdampak langsung pada penerbangan di Pulau Jawa dan Sumatera, hingga memicu penutupan sementara tujuh bandara.
Berdasarkan analisis citra satelit Himawari-9, abu vulkanik semakin terdeteksi bergerak arah barat dengan kecepatan 15 knot pada ketinggian hingga 15.000 kaki, mencakup wilayah Banten, Jawa Barat bagian barat-selatan, Lampung, Bengkulu, serta Samudra Hindia. Pada lapisan ketinggian 50.000 kaki, abu mengarah lebih jauh ke Samudra Hindia dan menjauhi wilayah Indonesia.
Merespons hal tersebut, BMKG telah merilis sebanyak 39 dokumen peringatan cuaca penerbangan (SIGMET) secara berkala sejak awal mula letusan. Hasil verifikasi lapangan melalui paper test pada pukul 07.00 WIB mengonfirmasi indikasi positif keberadaan abu vulkanik di sejumlah area bandara.
Imbasnya, otoritas penerbangan terpaksa menghentikan sementara operasional Bandar Udara Soekarno-Hatta (Jakarta), Halim Perdanakusuma (Jakarta), Radin Inten II (Lampung), Husein Sastranegara (Bandung), Budiarto (Curug), Pondok Cabe (Tangerang Selatan), dan Muhammad Taufiq Kiemas (Pesisir Barat Lampung).
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menegaskan bahwa penutupan ini merupakan bentuk mitigasi proaktif dan respons cepat otoritas penerbangan demi menempatkan keselamatan perjalanan bersama sebagai prioritas utama.
BMKG juga mengimbau masyarakat di area terdampak abu vulkanik untuk tidak panik, membatasi aktivitas di luar rumah, serta selalu mengenakan masker dan kacamata pelindung jika harus beraktivitas di luar ruangan.
BACA JUGA:Abu Vulkanik Anak Krakatau Lebih Banyak Terbawa Angin ke Samudra Hindia
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: bmkg