Percepat Pemulihan Penerbangan, Menhub Siapkan 10 Bandara Operasional 24 Jam
Menhub Dudy Purwagandhi menyiapkan 10 bandara untuk beroperasi 24 jam sebagai langkah mempercepat pemulihan penerbangan yang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau--detik.com
RADARTVNEWS.COM – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyiapkan 10 bandara untuk beroperasi selama 24 jam sebagai langkah mempercepat pemulihan penerbangan yang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
Pengoperasian bandara secara penuh waktu tersebut ditujukan untuk menampung pengalihan penerbangan dari sejumlah bandara yang terdampak sebaran abu vulkanik. Lima di antaranya yakni Bandara Kertajati di Majalengka, Bandara Juanda di Surabaya, Bandara Ahmad Yani di Semarang, Bandara Adi Sumarmo di Surakarta, serta Yogyakarta International Airport (YIA).
Selain menyiapkan bandara alternatif, Kementerian Perhubungan juga melakukan penyesuaian dan penambahan penerbangan domestik dari sejumlah daerah, seperti Denpasar, Batam, Makassar, dan Pekanbaru. Bandara Ahmad Yani Semarang juga disiapkan melayani penerbangan dari Makassar, Denpasar, Labuan Bajo, dan Lombok.
Sementara itu, Bandara Juanda meningkatkan kapasitas penerbangan dengan mengoperasikan pesawat berbadan lebar Airbus A350 milik Singapore Airlines. Pesawat tersebut disiapkan untuk membantu mengangkut lebih banyak penumpang yang terdampak perubahan jadwal penerbangan.
BACA JUGA: BMKG Ungkap Hasil Tes Abu Vulkanik di 4 Bandara Pascaerupsi Anak Krakatau
Untuk membantu penumpang yang penerbangannya dialihkan, InJourney Airports bersama sejumlah pihak juga menyiapkan transportasi lanjutan secara gratis. Layanan tersebut menggunakan bus Damri dan kereta api menuju sejumlah kota, seperti Yogyakarta, Solo, Semarang, dan Surabaya.
Menhub memastikan penumpang yang penerbangannya dibatalkan tetap mendapatkan hak sesuai ketentuan yang berlaku. Salah satunya berupa pengembalian dana atau refund penuh sebesar 100 persen.
Pemerintah juga memberikan relaksasi izin keimigrasian bagi warga negara asing yang mengalami kelebihan masa izin tinggal akibat pembatalan penerbangan.
Sementara itu, pemerintah masih memantau perkembangan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau dan kondisi bandara yang terdampak. Pembukaan kembali bandara akan mempertimbangkan keselamatan penerbangan serta perkembangan kondisi di lapangan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: antara news.