Waspada Abu Vulkanik, Dokter Paru Larang Penggunaan Masker Basah

Senin 07-09-2026,18:27 WIB
Reporter : MG - Rahma Chaliva Chairunisa
Editor : Jefri Ardi

RADARTVNEWS.COM - Masker yang sengaja dibasahi masih kerap dianggap dapat memberikan perlindungan lebih baik terhadap paparan abu vulkanik. 

Namun, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. 

Penggunaan masker dalam kondisi basah justru dapat membuat lapisan masker menjadi lebih lembap dan mengurangi kenyamanan saat bernapas. 

Kondisi tersebut juga dapat membuat fungsi masker sebagai pelindung saluran pernapasan tidak bekerja secara optimal, terutama ketika masyarakat berada di tengah paparan abu vulkanik.

Dokrer spesialis paru dan pernapasan, dr. Agus Dwi Susanto SpP(K) dari RSUP Persahabatan mengatakan masker lembab itu cenderung menjadi tempat yang nyaman untuk virus dan bakteri.

"Kan biasanya virus dan bakteri itu suka yang lembab-lembab. Kalau dipakai selama sekian jam di luar, justru ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) akan lebih cepat terjadi. Bahkan bisa tumbuh jamur juga," kata dr. Agus, Senin (7/9/2026).

BACA JUGA:Dokter Paru Ungkap Dampak Hirup Abu Vulkanik, Saluran Napas Bisa Iritasi

BACA JUGA:Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Picu PJJ, Guru Tetap Beraktivitas di Sekolah

Dr. Agus juga menjelaskan bahwa masker respirator yang digunakan dalam situasi dengan paparan abu vulkanik maupun kondisi lain seperti kebakaran hutan perlu diganti secara berkala. 

Penggantian tersebut penting untuk menjaga kondisi masker tetap bersih dan berfungsi dengan baik.

"Artinya secara waktu tertentu harus diganti. Karena udara yang kita hirup itu dari luar banyak kotorannya, tapi dari dalam, napas kita itu mengandung uap air. Uap air itu akan membuat masker terasa lembab setelah sekian jam," katanya.

Ia menegaskan, masker yang sudah dalam kondisi lembap tidak sebaiknya terus digunakan karena dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi. 

Oleh sebab itu, masker perlu diganti setelah digunakan dalam jangka waktu tertentu.

"Nah, kalau lembab itu menjadi sumber infeksi. Oleh karena itu harus diganti misalnya 6 sampai 8 jam sekali, dan tidak boleh dibasahi ya," sambungnya.

Lebih lanjut, Dr. Agus menyebut abu vulkanik memiliki kandungan silika yang dapat menempel pada masker. 

Kategori :